Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana ALLAH di dalam KRISTUS telah mengampuni kamu

Efesus 4 : 32

Saudara yang terkasih;

Kejadiannya di saat firman disampaikan di doa malam di Karang Asem. 2 orang anak cewek sedang bermain masak-masakan bersama di bagian belakang ruangan. Tersembunyi di balik meja mixer. Yang dibawa adalah peralatan masak memasak, plus boneka hewan yang ada di hutan, kecil-kecil dari plastik. Maka terjadilah, yang seorang menggoreng badak, dan  yang lain mengukus macan loreng. Dasar anak-anak, imajinasi mereka luar biasa, sehingga badak dan macan pun bisa saja dimasak bulat-bulat. Sempat terjadi ketegangan, ketika yang satu memonopoli badak, dan tidak membagi badaknya pada temannya. Begitu pula sebaliknya, macan loreng itu juga menjadi mainan andalan yang seorang lagi. Tetapi ketegangan yang hampir menyebabkan ‘hujan deras’ itu tiba-tiba saja lalu. Entah bagaimana, sebentar kemudian tampak mereka sudah melupakan kegalauan serius tadi. Sampai doa malam berakhir, mereka bermain dengan aman sejahtera dan rukun. Puji TUHAN….

Saudara, seperti itulah seharusnya KASIH. Mungkin ini sebuah artikel Valentine yang terlambat seminggu (karena Valentine sudah seminggu berlalu). Maafkan, habis gimana lagi, idenya baru saja datang pas tanggal 14 Februari barusan. Tetapi kami rasa, soal KASIH dan BERBAGI KASIH, tidak pernah ada kata terlambat. Tidak ada kata terlambat untuk mengasihi, karena kasih selalu pas di setiap kesempatan dan dibutuhkan oleh semua orang. Tidak ada kata terlambat juga untuk menerapkan kasih setiap hari. Marilah kita saling mengasihi…. 

 

Ajarilah kami ini saling mengasihi,

Ajarilah kami ini saling mengampuni,

Ajarilah kami ini kasih-MU ya TUHAN,

Kasih-MU kudus tiada batasnya….

 

Ary dan Ester Handoko

Sesudah itu YESUS keluar dari Bait ALLAH, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-NYA dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait ALLAH. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana TUHANmu datang. Tetapi ketahuilah ini : Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga

Matius 24 : 1, 42-44

Saudara yang terkasih ;

Kata orang, ada 3 hal terpenting dalam hidup seseorang, yaitu lahir, kawin, dan mati. Tetapi hanya ada satu di antara 3 hal terpenting itu, yang seseorang bisa mengatur waktunya sesuka dia, yaitu saat kapan dia mau kawin. Sedang hal kelahiran dan kematian, adalah misteri illahi. Pernah hal ini kami tanyakan kepada TUHAN, kenapa manusia tidak tahu kapan dia akan mati ? Sedangkan, kata para ahli perbinatangan, ada beberapa binatang yang diberi insting khusus sehingga ia bisa tahu waktunya sudah mau habis. Dan biasanya ia akan mengurung diri, menunggu ajalnya tiba. 

Apa jawabannya, mengapa manusia tidak dikasi tahu sama TUHAN kapan dia mati ? Jawabannya adalah ini : sedang dia tidak tahu saja hidupnya masih sembrono, bagaimana kalau seandainya dia tahu. Pasti dunia ini akan lebih kacau lagi. Dikacaukan oleh orang-orang yang merasa tahu bahwa masa hidupnya masih akan lama dan mereka akan menggunakan sisa hidupnya untuk berbuat hal-hal yang tidak pada tempatnya. Baru disaat paling akhir dihidupnya itu (karena dia tahu batas akhirnya), dia bertobat, hanya supaya dia masuk sorga. Betapa mengerikan seandainya itu terjadi ‘kan?

Saudara, TUHAN tahu apa yang terbaik untuk kita. Sebab itu, manusia tidak diberi tahu kapan batas umur kita. Itu rupanya yang terbaik, supaya kita berlaku hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan waktu yang ada. 

 

Waktu Tuhan bukan waktu kita,

Jangan sesali keadaannya,

Untuk semua ada waktu Tuhan,

Tetapi setia mengandalkannya…

 

Ary dan Ester Handoko

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN, maka IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu

Mazmur 37 : 3 - 4

"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN, maka IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" Mazmur 37 : 3 - 4 

 

Saudara yang terkasih ;

Pernahkah saudara menginginkan sesuatu dan TUHAN memberikannya kepada saudara tiba-tiba ? Ah, pertanyaan bodoh ya, pasti setiap dari kita pernah merasakan hal itu. Baik itu keinginan besar, atau keinginan sederhana, semisal : makanan. Pernah suatu kali, kami ingin nasi goreng. Sederhana ya. Dan, tiba-tiba dalam waktu singkat, datanglah seseorang memberikan bungkusan yang isinya makanan. Ada beberapa bungkus disitu. Dan ketika salah satu dibuka, beneran isinya adalah nasi goreng putih. Puji TUHAN. Tetapi karena ingat, anak terkecil gemar nasi goreng, terutama yang putih, ya sudahlah, namanya sayang anak, maka nasi goreng ini diberikan kepada dia. Kami pikir, kami makan yang lain aja, pasti bungkusan yang lain ini berupa jenis makanan yang beda, tapi okelah. Bungkusan kedua dibuka, dan ternyata, isinya juga nasi goreng. Tapi kali ini nasi goreng merah. Haleluyah ! Kami memang lebih suka yang merah…hahahha… dan masih ada bonus satu bungkus lagi, ternyata isinya mie goreng. Agak aneh didalam satu bingkisan ada 2 nasi goreng, tetapi beda model. Tapi buat kami, itu artinya, TUHAN tahu dan memberi yang terbaik. Puji TUHAN !

Saudara, cerita tentang balada nasi goreng di atas memang belum pernah kami saksikan, tetapi kisahnya masih kami ingat sampai sekarang. Kasusnya boleh dibilang sangat sangat sederhana. Pemberian TUHAN juga sederhana, cuma 2 bungkus nasi goreng beda warna ditambah bonus sebungkus mie, tetapi keindahannya masih kami ingat sampai sekarang. Kami rasa, untuk menikmati kebaikan TUHAN memang bisa kita rasakan setiap hari, lewat aneka peristiwa kecil. Bukan saat dapat hadiah mobil, rumah, atau uang banyak saja TUHAN itu baik, tapi saat bersyukur atas sepiring nasi goreng di meja makan pun, kita bisa lihat bahwa TUHAN itu BAIK. Lakukan saja yang terbaik untuk TUHAN, maka IA akan memberikan apa yang diinginkan hatimu. Begitulah kita diajar…...

 

Betapa baiknya ENGKAU TUHAN,

Kasih-MU tiada berkesudahan….

 

Ary dan Ester Handoko

Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali ? Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan ?

Ayub 40 : 20 – 21

"Dimanakah engkau, ketika aku meletakkan dasar bumi ? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian !” Ayub 38 : 4

 

Saudara yang terkasih ;

Beberapa minggu lalu, kami pergi ke kota batu. Disana rupanya ada wahana baru, yaitu predator fun park. Di dalam wahana itu, kami melihat banyak buaya dengan macam-macam bentuk dan rupa. Ada yang masih hidup di dalam kolam, ada yang diawetkan dan dijadikan aneka patung. Ada buaya kecil yang bisa diajak berfoto ria. Sebagai informasi, mulutnya sudah diisolasi, jadi sudah aman terhadap gigitannya. Sewaktu kami pegang, badannya berat, kulitnya kasar, bersisik, kaku, dan saat mau difoto, dia menggeliat (mungkin capek dipegangi terus oleh banyak orang ). Dia mengebaskan ekornya dengan keras, membuat kami kaget. Kata pawangnya, dia stress. Dia baru tenang setelah ditepuk-tepuk sebentar perut bawahnya. 

Setelah itu, kami melihat rumah kelinci. Ada sekitar 15 kelinci yang dilepas di padang rumput. Bulunya putih, ada yang hitam, ada yang coklat, halus dipegang. Badannya yang mungil dan lembut membuat kami suka membelainya. Tetapi ada seekor kelinci yang tampak menyendiri, gemetaran. Dikasih wortel, dia cuek saja, tidak mau mendekat. Kami kira dia sakit. Tetapi suatu saat, tiba-tiba dia mendekati kelinci lain, lalu mengajak kawin. Ooh, rupanya dia gemetar karena ngebet ingin kawin. Hahaha… 

Saudara, seperti kami tidak tahu bahwa buaya itu stress ketika ia mengibaskan ekornya, kami pun juga tidak tahu kenapa kelinci itu gemetaran seluruh badannya. Kami tidak tahu bahasa buaya, kami juga tidak paham bahasa kelinci. Apa yang dia inginkan, apa yang dia rasakan. Tetapi Tuhan tahu satu-persatu akan hewan ciptaan-nya. Ia maha tahu. Ia tahu dengan pasti keinginan mereka. Tuhan tahu, karena segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini, dia lah pencipta-nya. Hikmat manusia tidak bisa melampaui hikmat Tuhan. Terlalu besar, terlalu heran, terlalu ajaib. Yang bisa kita lakukan hanyalah memuji dan menyembah-nya. Melihat dengan kagum akan kebesaran-nya. Sambil menaikkan kidung pujian ,"….engkau Tuhan, Allah, maha tahu…betapa dahsyatnya kuasa-Mu… hadirat-Mu kini penuhiku… bawa ku mendekat pada-Mu.."

 

Ary dan Ester Handoko

IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu

1 Petrus 2 : 24 - 25

Saudara yang terkasih;

Seorang hamba TUHAN ditanya oleh seorang beragama lain, apakah agama yang sekarang dia anut bisa menyelamatkan dirinya. Maksud pertanyaan ini adalah untuk menjebak. Bila hamba TUHAN itu berkata,”Tidak,” maka orang itu sudah siap dengan segudang argumentasi untuk mendebat jawaban hamba TUHAN tersebut. Tetapi oleh tuntunan ROH KUDUS, hamba TUHAN ini menjawab,”Bisa, agama yang anda anut dapat menyelamatkan anda. Asal dengan satu syarat : semua perintah agamamu harus kau lakukan, jangan ada yang meleset sama sekali.” Orang ini berkata,”Wah untuk hal itu tentu tidak bisa, sebab aturan agama saya  banyak. Apakah kamu bisa melakukan semua peraturan agama Kristen?” Hamba TUHAN ini menjawab,”Tidak. Tetapi apa yang tidak bisa kami orang Kristen lakukan, telah dikerjakan dan digenapi oleh TUHAN YESUS KRISTUS !” 

Saudara, dunia di tahun 2016 ini bukan semakin baik, tanda-tanda semua menunjukkan bahwa dunia semakin kacau. Tetapi kita senantiasa bisa berlindung di balik salib KRISTUS. Salib itu, yang telah menggenapi semua kekurangan ibadah hamba TUHAN tersebut, juga disediakan untuk kita, sehingga kita dilayakkan untuk menerima keselamatan. Salib itu, yang telah membuat kita menjadi warga negara Kerajaan Sorga !  

Karna salib-MU ku hidup….

Karna salib-MU ku menang….

 

Ary dan Ester Handoko