IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu

1 Petrus 2 : 24 - 25

Saudara yang terkasih;

Seorang hamba TUHAN ditanya oleh seorang beragama lain, apakah agama yang sekarang dia anut bisa menyelamatkan dirinya. Maksud pertanyaan ini adalah untuk menjebak. Bila hamba TUHAN itu berkata,”Tidak,” maka orang itu sudah siap dengan segudang argumentasi untuk mendebat jawaban hamba TUHAN tersebut. Tetapi oleh tuntunan ROH KUDUS, hamba TUHAN ini menjawab,”Bisa, agama yang anda anut dapat menyelamatkan anda. Asal dengan satu syarat : semua perintah agamamu harus kau lakukan, jangan ada yang meleset sama sekali.” Orang ini berkata,”Wah untuk hal itu tentu tidak bisa, sebab aturan agama saya  banyak. Apakah kamu bisa melakukan semua peraturan agama Kristen?” Hamba TUHAN ini menjawab,”Tidak. Tetapi apa yang tidak bisa kami orang Kristen lakukan, telah dikerjakan dan digenapi oleh TUHAN YESUS KRISTUS !” 

Saudara, dunia di tahun 2016 ini bukan semakin baik, tanda-tanda semua menunjukkan bahwa dunia semakin kacau. Tetapi kita senantiasa bisa berlindung di balik salib KRISTUS. Salib itu, yang telah menggenapi semua kekurangan ibadah hamba TUHAN tersebut, juga disediakan untuk kita, sehingga kita dilayakkan untuk menerima keselamatan. Salib itu, yang telah membuat kita menjadi warga negara Kerajaan Sorga !  

Karna salib-MU ku hidup….

Karna salib-MU ku menang….

 

Ary dan Ester Handoko

...lalu mereka berkata kepada-NYA "ENGKAU dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata YESUS kepada mereka: "AKU dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu ENGKAU telah menyediakan puji-pujian"

Matius 21:16

Saudara yang terkasih;

Sekian tahun mengiringi anak-anak sekolah minggu saat puji-pujian, membuat kami hafal, bahwa ada  lagu-lagu yang merupakan favorit bagi mereka. Yang paling jelas kelihatan adalah di saat anak-anak kelas Daud dipanggil maju untuk mempersembahkan pujian, lagu yang mereka pilih biasanya berkisar antara 3 besar, yaitu : Happy ya ya ya, Ikan koki, atau Anak monyet. Sekarang malah lebih terfokus lagi, yaitu ke 2 judul lagu yang pertama tadi. Sebagai pemain musik, kadang kami berikan alternatif lagu lain yang mudah, supaya tidak bosan mendengarnya, hanya lagu itu saja yang mereka nyanyikan setiap minggu.

Tapi di suatu hari Minggu, kami mendengar TUHAN berkata :”AKU tidak bosan mendengar mereka menyanyi lagu yang sama. Mungkin kamu bosan, tapi AKU tidak. Ingatlah, bahwa ada masanya mereka tidak lagi menyanyikan lagu itu, karena mereka beranjak dewasa dan pindah kelas. Di saat mereka menjadi besar, lagu yang mereka nyanyikan pun akan berubah. Lagunya mungkin masih akan sama, tetapi yang nyanyi tidak pernah sama. Anak-anak yang menyanyikan akan berbeda. Itu, yang membuat AKU tidak pernah bosan mendengar anak-anak menyanyikan lagu itu…”

Saudara, TUHAN tidak pernah bosan mendengar pujian yang kita naikkan. Mungkin kita bisa menjadi bosan, bila lagu yang sama dinyanyikan terus dari minggu ke minggu, tetapi ingatlah, TUHAN sendiri menyukainya. Tugas kita hanyalah memuji DIA, sebaik yang mampu kita lakukan. Dan mari belajar untuk tidak mudah bosan dengan pujian apapun. Semua lagu, asal itu untuk mengagungkan Nama-NYA, terdengar indah ditelinga-NYA.

 

Happy ya ya ya …. happy ye ye ye ….

Aku senang jadi anak TUHAN,

Siang jadi kenangan malam jadi impian, 

Cintaku semakin mendalam….

 

Ary dan Ester Handoko