Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian ? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun AKU berkata kepadamu : Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu"

Matius 6 : 28 - 29

Saudara yang terkasih ;

Ketika kami pindah ke rumah yang sekarang kami tempati, ada banyak pohon dan tanaman yang pemilik lama tanam di halaman depan maupun di taman dalam rumah. Tetapi karena alasan kebersihan, semua tanaman itu harus dilenyapkan tanpa sisa. Namun keinginan untuk memiliki ‘sesuatu yang hijau-hijau dan sedap dipandang’ masih terbersit dalam hati. Oleh sebab itu.ketika gereja Babatan juga mengadakan pemotongan habis semua tanaman di sekeliling pagar luar gereja.supaya bisa untuk tempat parkir.kami mengambil satu pohon yang ada bunganya berwarna pink untuk ditanam didepan rumah. Dan sejak pohon itu ditanam sampai sekarang.pohon itu tak henti-hentinya mengeluarkan bunga dan bunganya begitu lebat. Indah dipandang mata.

Saudara.keindahan sebatang pohon dengan bunganya yang selalu bersemi mengingatkan kami akan ayat tentang bunga bakung yang disebut-sebut oleh YESUS, seperti di Matius 6. TUHAN mendandani semua tanaman di bumi ini dengan begitu indah, bahkan katanya Salomo pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Kami suka dengan kata ‘mendandani’. Orang yang mendandani, tentu akan membuat yang didandani menjadi lebih indah, jauh lebih indah daripada sebelumnya. Dan itulah yang TUHAN sudah lakukan untuk bunga-bunga itu. 

Pandanglah keindahan bunga-bunga di sekeliling kita, dan yakinilah, bahwa TUHAN akan menata hidup kita jauh lebih indah daripada keindahan bunga-bunga itu. Asal kita berjalan lurus di hadapan-NYA, serta -sekali lagi- tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Jangan kuatir, kata TUHAN, DIA jauh lebih cinta kepada saudara daripada kepada segala ciptaan-NYA yang lain.  

 

DIA tahu semua yang kau perlukan,

DIA tahu semua yang kau rindukan,

Percayalah kepada-NYA,

Kau kan melihat DIA b’rikan kemenangan

 

Ary dan Ester Handoko

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum

Amsal 11 : 24 - 26

Saudara yang terkasih ;

Suatu kali kami bertemu dengan seorang teman dan kemudian makan bersama. Di saat makan itu dia tiba-tiba, ”Menurutmu, gimana sih si A?” Kami diam dengan pertanyaan itu, lalu tiba-tiba dia sambung lagi, ”..dia pelit yah..” Kami hanya bisa tertawa basa-basi mendengar ungkapan hatinya ini, karena yang dikatakannya itu memang benar adanya. Cerita tentang si A kami tidak perpanjangkan, hanya sampai disini saja, karena memang tidak ada lagi yang bisa diceritakan tentang dia. 

Di pihak lain, kami kenal seorang yang berasal dari gereja lain di luar kota. Setiap hari ibadah (Minggu pagi), tiap dia berangkat ke gereja, bawaannya begitu banyak seperti orang mau buka lapak. Selain tas baby untuk keperluan anaknya yang kecil, dia bawa juga snack-snack untuk dibagikan di sekolah minggu. Selain itu dia bawakan makanan dan minuman untuk merayakan jemaat yang ulang tahun hari itu. Gereja yang ia layani adalah gereja yang masih kecil sehingga setiap ada yang ulang tahun, dirayakan dengan makan-makan sehabis kebaktian. Dan dia yang siapkan makanan besarnya. Yang ulang tahun kalau tidak membawa makanan pun, tidak apa-apa. Atau mereka hanya bawa buahnya atau snacknya saja. Semuanya itu dia lakukan tanpa pamrih dan mengeluh. Soal perpuluhan, dana pembangunan dan lain-lain dia berikan pas dengan tidak menahan-nahan sebagian atau membaginya sendiri untuk hal-hal lain. Dan hal itu masih berjalan sampai hari ini. Ketika gerejanya membuka cabang di luar kota, 2 minggu sekali mereka berangkat pergi siang dan pulang malam hari untuk melayani cabang itu. Luar biasa…

Saudara, ada 2 cerita berbeda di atas. Dan seperti apakah kita mau dikenal dan dikenang ? Seperti cerita pertama tentang orang yang dibilang pelit, atau seperti cerita kedua, orang yang kemurahan hatinya dilihat oleh sekelilingnya ? Ayat kita diatas jelas sekali mengatakan : ‘ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya.’ Dan sambungannya : ‘berkat turun ke kepala orang yang menjual gandum..’. Maksud dari menjual gandum ini adalah dia menjual gandum dengan tidak menahan-nahan dan tidak ditimbun untuk kemudian dijual dengan harga mencekik leher. Pemberian dengan tulus, dengan hati lapang, dengan sukacita. Orang-orang demikianlah yang disukai oleh TUHAN.  Dan percayalah, bagi orang yang murah hati, berkat itu disediakan limpah, tidak akan pernah kekurangan, juga dilimpahi sukacita dan damai sejahtera sebagai bonus tambahannya. 

 

Jadilah orang yang murah hati, 

maka TUHAN pun akan bermurah hati kepada kita  

 

Ary dan Ester Handoko

"Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa :'Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-KU dan hukum-KU'"

Keluaran 16 : 28

Saudara yang terkasih ;

Ada seorang teman kuliah anak kami di pendidikan theologia, dia seorang yang pandai dan bertitel. Bukan itu saja, satu kelebihannya adalah dia seorang yang pandai bahasa Aramaic. Bahasa Aramaic adalah salah satu bahasa sehari-hari di Israel yang dipergunakan di jaman YESUS hidup. Sewaktu YESUS berdoa di taman Getsemani itu, dia berdoa menggunakan bahasa itu. Seharusnya dengan kepandaian dia yang ‘diatas’ kepandaian teman-temannya itu, dia bisa menjadi orang yang lebih mengerti benar tentang Alkitab dan Firman TUHAN. Tetapi apa yang terjadi malah sebaliknya, dia menjadi seorang yang sering mempertanyakan kebenaran Alkitab, tidak percaya bahwa yang tertulis benar-benar seperti itu, meragukan firman TUHAN. Berita terakhir yang terdengar adalah dia mulai meninggalkan agama Kristen dan menjadi seorang atheis. Labelnya memang masih Kristen, tetapi pendapat-pendapatnya sudah berbeda dengan iman kristiani. Sangat disayangkan.

Saudara, firman TUHAN yang ada di Alkitab memang terkadang sulit kita mengerti. Banyak di antara kata-katanya yang mungkin menyebabkan kita bertanya-tanya apa arti yang sesungguhnya, karena TUHAN sering berbicara menggunakan banyak lambang, contoh, dan tanda-tanda alam. Apalagi kitab-kitab Perjanjian Lama (kecuali Mazmur) dan kitab para nabi-nabi. Bahasanya penuh nubuat dan sesuatu yang tidak terjangkau oleh otak kita sebab itu adalah perkataan illahi. TUHAN sudah menyediakan banyak sarana untuk kita belajar lebih dalam. Saudara bisa bertanya kepada hamba-hamba TUHAN, membaca banyak literatur atau buku-buku rohani yang ada. Tetapi yang terlebih penting, berdoalah sebelum dan sesudah membaca firman TUHAN. Minta ROH KUDUS sendiri yang menjelaskan kepadamu. Pasti DIA punya sejuta jalan untuk membuat firman itu menjadi gamblang untuk kita. 

Pelajarilah firman TUHAN selalu dengan cara yang benar, jalan pernah melenceng sedikit pun, jangan pernah berusaha mengartikan sendiri sekehendak hatimu, dan engkau akan diberkati karenanya ! 

 

Kurenungkan firman-MU siang dan malam,

Kupegang p"rintah-MU dan ku lakukan…

 

Ary dan Ester Handoko

Kata YESUS:"AKU datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta"

Yohanes 9 : 39

Saudara yang terkasih ;

Ada satu topik hukum yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan semua orang akhir-akhir ini, yaitu kasus vonis Jessica. Masyarakat Indonesia seperti terpecah menjadi 2, yang sebagian percaya bahwa Jessica memang bersalah sehingga patut menerima hukuman, yang sebagian lagi tidak percaya bahwa ia telah bersalah sehingga seharusnya bebas dari hukuman. Apapun kata semua orang, ternyata suara hakimlah yang paling menentukan. Baik orang membela mati-matian atau mengecam si terdakwa, tetap hakim yang menentukan. Apabila palu sang hakim sudah diketok, berarti vonis sudah dijatuhkan, dan semua wajib untuk menghormati apapun keputusan hakim. Puas atau tidak puas, suka atau tidak suka, tetaplah hakim berkuasa.

Saudara, kelak di masa akhir hidup kita, kita juga akan menghadapi Hari Penghakiman itu. Setiap kita satu demi satu akan menghadap kepada Hakim Agung itu. Dan DIA berkuasa sepenuhnya untuk memutuskan, apakah kita masih ke dalam bilangan orang yang menerima hadiah besar, atau ke dalam hukuman kekal. Seberapa besar reward, atau seberapa dahsyat punishment setiap manusia, DIA yang menentukan. Oleh sebab itu, takutlah akan Hakim yang Agung itu, TUHAN semesta alam. Bertindaklah sesuai penghormatan kita kepada-NYA. Pelajarilah kitab-NYA, jalanilah setiap perintah-NYA. Lakukanlah yang baik, berbuatlah sesuai firman-firman-NYA. Jangan pernah melenceng sedikitpun. Sebab IA melihat dan mencatat apa yang kita perbuat… 

 

Ajarku menghitung hari-hari

Bentuk dan sempurnakan hidupku

Ajarku hidup dalam kebenaran-MU

YESUS kunanti kedatangan-MU

Ku ingin setia sampai akhir

Selesaikan pertandingan hidupku

Bawa ku ke tempat dimana KAU ada

Tinggal bersama-MU s’lamanya…… 

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu IA berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk"

Markus 16 : 15

Saudara yang terkasih ;

Seorang dosen yang mengajar di perkuliahan anak kami memberikan tugas yang sangat amat banyak kepada mahasiswanya. Padahal mata kuliah yang diambil itu hanya 2 sks, tapi tugasnya luar biasa banyak. Ada kuis setiap kali pertemuan, ada diskusi di setiap kali pertemuan juga. Hasil diskusi harus dikumpulkan besoknya dan setelah itu mempresentasikan di depan kelas. Disuruh baca dan bikin resensi buku itu. Ada paper dengan referensi minimum  10 buku. Disuruh bikin bagan kotbah dan dikotbahkan. Ada proyek penginjilan, yaitu menginjili beberapa orang yang belum kenal YESUS dan membawa mereka kepada YESUS. Sebenarnya dari serangkaian tugas itu, mau ditambah 1 lagi oleh dosen tersebut, tapi setelah melalui negosiasi alot dengan siswanya yang protes, tidak jadi dibebankan kepada mahasiswa. Kami berkata, si dosen ini pasti ada unsur ‘balas dendam’, karena disaat dia menjadi mahasiswa, tugas dia begitu banyak diberi oleh dosennya. Dan ternyata benar, dia mengaku bahwa tugas dia dulu luar biasa, sampai pernah disuruh ngapalin kitab Ibrani nglotok di luar kepada setitikkomanya tidak  boleh meleset. 

Saudara, kita bersyukur, bahwa di saat YESUS ada di dunia ini DIA tidak memberikan begitu banyak tugas kepada kita seperti yang dilakukan dosen tersebut. Bahkan IA memberi kelegaan kepada yang datang kepada-NYA. Di saat IA terangkat ke Sorga, hanya satu tugas yang diberikan kepada murid-murid-NYA, yakni untuk memberitakan Injil kepada semua mahluk. Itu saja. DIA tidak berusaha ‘balas dendam’ dan menyuruh murid-NYA ikut tersalibkan sama seperti DIA. Semua sudah DIA selesaikan sendiri. Tugas bagian kita hanya mencari murid-murid yang baru bagi-NYA. Hanya itu saja. 

TUHAN adalah Dosen Terbaik yang kita punya. DIA selalu tahu kapasitas kita, dan DIA tidak pernah memberi kita tugas yang kita tak dapat menanggungnya…. 

 

Ary dan Ester Handoko