Lalu IA berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk"

Markus 16 : 15

Saudara yang terkasih ;

Seorang dosen yang mengajar di perkuliahan anak kami memberikan tugas yang sangat amat banyak kepada mahasiswanya. Padahal mata kuliah yang diambil itu hanya 2 sks, tapi tugasnya luar biasa banyak. Ada kuis setiap kali pertemuan, ada diskusi di setiap kali pertemuan juga. Hasil diskusi harus dikumpulkan besoknya dan setelah itu mempresentasikan di depan kelas. Disuruh baca dan bikin resensi buku itu. Ada paper dengan referensi minimum  10 buku. Disuruh bikin bagan kotbah dan dikotbahkan. Ada proyek penginjilan, yaitu menginjili beberapa orang yang belum kenal YESUS dan membawa mereka kepada YESUS. Sebenarnya dari serangkaian tugas itu, mau ditambah 1 lagi oleh dosen tersebut, tapi setelah melalui negosiasi alot dengan siswanya yang protes, tidak jadi dibebankan kepada mahasiswa. Kami berkata, si dosen ini pasti ada unsur ‘balas dendam’, karena disaat dia menjadi mahasiswa, tugas dia begitu banyak diberi oleh dosennya. Dan ternyata benar, dia mengaku bahwa tugas dia dulu luar biasa, sampai pernah disuruh ngapalin kitab Ibrani nglotok di luar kepada setitikkomanya tidak  boleh meleset. 

Saudara, kita bersyukur, bahwa di saat YESUS ada di dunia ini DIA tidak memberikan begitu banyak tugas kepada kita seperti yang dilakukan dosen tersebut. Bahkan IA memberi kelegaan kepada yang datang kepada-NYA. Di saat IA terangkat ke Sorga, hanya satu tugas yang diberikan kepada murid-murid-NYA, yakni untuk memberitakan Injil kepada semua mahluk. Itu saja. DIA tidak berusaha ‘balas dendam’ dan menyuruh murid-NYA ikut tersalibkan sama seperti DIA. Semua sudah DIA selesaikan sendiri. Tugas bagian kita hanya mencari murid-murid yang baru bagi-NYA. Hanya itu saja. 

TUHAN adalah Dosen Terbaik yang kita punya. DIA selalu tahu kapasitas kita, dan DIA tidak pernah memberi kita tugas yang kita tak dapat menanggungnya…. 

 

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

Saudara yang terkasih ;

Suatu kali sebuah HP yang kami miliki layarnya terasa hangat terus. Sudah berusaha didinginkan dengan berbagai cara, termasuk mendelete semua ‘sampah-sampah’ di file HP itu, tetapi tetap saja HP terasa hangat. Dicoba juga dengan mematikan HP langsung ‘mulai lagi’, alias ‘reset’. Ngga mempan juga. Terakhir, cara yang tradisional akhirnya kami tempuh juga, yaitu mematikan daya sama sekali selama beberapa menit. Kemudian menyalakannya kembali. Ternyata manjur, HP kembali ke normal. Tidak demam-demam lagi.

Saudara, bilamana hidup kita terasa menekan, rasanya tidak ada pertolongan dari manapun, bukankah hidup ini terasa ‘panas’ ? Saat kerjaan menumpuk, tidak ada istirahatnya, tagihan mengejar, kewajiban tiada habisnya, bukankah hati dan pikiran kita juga terasa ‘panas’? Kita terus stress, terus bekerja, terus berpikir, hanya diselingi dengan tidur beberapa jam di malam hari, ternyata tidak membantu. Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Belajar dari kasus HP yang panas di atas, ada saatnya memang kita harus retreat. Berhenti total dari semua pekerjaaan kita. Berhenti total dari semua yang kita pikirkan. Datang kepada TUHAN, di dalam DOA dan PENYEMBAHAN. Datang kepada DIA dengan hati yang tulus dan ‘ndlosor’ dengan kerinduan yang dalam, maka kita akan beroleh kelegaan dan jalan keluar. 

TUHAN itu Baik, manakala kita dengan sungguh-sungguh mencari-NYA, DIA selalu berkenan untuk ditemui. Masalahnya adalah, apakah kita mau datang kepada-NYA, mengadakan retreat untuk hanya bertemu dengan DIA selama beberapa jam, me’reset’ semua hal-hal yang membebani hidup kita dan meletakkannya di bawah kaki-NYA ?

 

DIA tahu semua yang terjadi

DIA tahu semua yang kau alami

Percayalah kepada-NYA

DIA tak pernah tinggalkan-MU

DIA tahu semua yang kau perlukan

DIA tahu semua yang kau rindukan

Percayalah kepada-NYA

Kau kan melihat DIA brikan kemenangan…

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan ALLAH, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil

Ibrani 5 : 12 - 13

Saudara yang terkasih ;

Baru beberapa bulan ini, oleh seorang Jemaat, kami diperkenalkan dengan seorang ibu tukang pijat yang sudah menjadi langganannya sejak lama. Rupanya ibu ini sudah cukup terkenal dengan profesi pijat memijatnya, buktinya dia punya pelanggan cukup banyak juga. Namun ada hal menarik dari cara pijatnya yang tidak mainstream atau biasa-biasa saja. Ibu pemijat ini, mempunyai senjata andalan selain pijatannya. Dia biasanya menggunakan semacam kerokan, untuk mengeluarkan angin dari sekujur tubuh ‘pasien’nya. Biasanya tanpa terkecuali dari punggung sampai dada, bahkan ke tangan dan kaki (kalau diperlukan) akan dikeroknya tanpa ampun. Apakah sakit? Tentu saja sakit, karena setelah itu tampak seluruh tubuh akan kemerahan semua terkena ‘hajaran’ kerokan sang ibu pijat. Tetapi bisa dirasakan setelahnya, seluruh tubuh akan merasa enteng dan sembuh dari segala rasa pegal serta masuk angin.

Saudara, kisah ibu pijat dan kerok ini mengingatkan kami akan ayat di atas. TUHAN berkata kepada kita, yang diperlukan kita sebagai jemaat dewasa seharusnya adalah makanan keras. Didikan keras. Apa artinya ? Yaitu firman yang berbobot, menegur, mengingatkan, membuat kita berbalik dari kejahatan. Bukan sekedar firman yang lembut serta meninabobokan. Firman yang berbicara tentang berkat memang perlu, tetapi firman yang strict, menegur dengan keras juga diperlukan untuk pertumbuhan rohani kita. Seperti kerokan ibu pijat tadi. Jika ia hanya memijat dengan lembut dan tidak dengan tenaga, jika dia tidak mengerok dengan keras, segala ‘angin bandel’ tidak akan musnah dari tubuh si sakit. Justru tindakan keras itu diperlukan, untuk menyembuhkan pasiennya. 

Saudara, bila suatu saat kita ditegur oleh firman, sanggupkah kita menerimanya dengan lapang dada ? Semuanya itu bekerja untuk kebaikan, untuk mendewasakan rohani kita. Menjadikan kita pengikut KRISTUS yang militan dan tahan uji. Terimalah segala firman yang diberikan, dan kita akan diberkati karenanya. 

 

Ary dan Ester Handoko

Saudara yang terkasih;

Hari ini di dalam kebaktian pagi dan sore, seluruh pelayan TUHAN memakai baju batik. Bahkan pelayan perjamuan kudus juga semuanya memakai baju batik. Mengapa? Karena tepat pada hari ini, 2 Oktober, bangsa Indonesia memperingati hari batik nasional. Sebagai anak bangsa ini, kita harus bangga bahwa akhirnya batik diakui oleh dunia sebagai warisan sejarah budaya asli bangsa Indonesia. Tadinya sempat ada klaim dari negara tetangga kita, Malaysia, bahwa batik adalah budaya asli mereka. Hal inilah yang mendasari bangsa kita untuk memperjuangkan bahwa batik adalah budaya asli kita. Dan atas berkat TUHAN, akhirnya UNESCO pada tanggal 3 September 2008 menetapkan bahwa negara Indonesia lah yang memiliki warisan batik tersebut.

Bukan hanya sampai disitu saja. Bahkan dunia, melalui UNESCO mengakui serta memberikan apresiasi bahwa mulai tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan sebagai Hari Batik DUNIA. Itu sungguh suatu anugerah luar biasa untuk bangsa kita ini. Suatu pengakuan dunia kepada budaya lokal, khususnya masyarakat bangsa Indonesia !

Saudara, jadi sekarang kita semua sudah sama-sama sepakat dan mengerti, bilamana ditanya apakah 2 Oktober itu Hari Batik Nasional atau Hari Batik Sedunia ? Jawabnya adalah : kedua-duanya sama-sama benar! Memang hari ini adalah peringatan Hari Batik Nasional sekaligus Hari Batik Sedunia. Haleluyah… 

 

Ary dan Ester Handoko

Di rumah BAPA-KU banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu AKU mengatakannya kepadamu. Sebab AKU pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila AKU telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, AKU akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-KU, supaya di tempat di mana AKU berada, kamu pun berada

Yohanes 14 : 2 – 3

Saudara yang terkasih ;

Ketika seorang anak kami mulai belajar bekerja di sebuah broker penyedia rumah, ada sebuah pesan dari seniornya yang berkata demikian : ‘pastikan bahwa semua orang yang engkau kenal tahu bahwa engkau bekerja di tempat ini.’ Apa maksudnya pesan ini ? Maksudnya supaya bila ada orang yang hendak mencari rumah, ruko, tanah atau menjualnya, bisa segera menghubungi dia sebagai salah satu agennya. 

Hampir mirip dengan hal itu, kami pun bekerja di ladang TUHAN. Kami ceritakan kepada semua orang di sekeliling kami tentang pekerjaan kami. Tidak perlu sungkan, tidak perlu malu. Kami ceritakan tentang adanya Rumah yang disediakan oleh TUHAN YESUS yang kami layani. Rumah itu sudah stand by untuk setiap orang yang mau menerima, dan rumah itu adanya di Sorga. Kami ceritakan tentang TUHAN YESUS dan apa yang dikerjakan-NYA selama di dunia ini, sampai orang itu merasa yakin bahwa ia memerlukan Keselamatan itu dan  memerlukan Kunci untuk bisa memasuki Rumah itu.

Saudara, renungan hari ini bukan renungan tentang kematian, tetapi tentang kepastian masa depan. Bila ditelusuri lebih lanjut, ayat emas diatas sebelumnya berbunyi : jangan kuatir dan jangan gelisah hatimu. Itulah yang harus kita rasakan setiap hari. Janganlah kuatir, dan janganlah gelisah. Ingatlah, sebuah Rumah sudah tersedia untuk kita…..

 

Ku ingin setia sampai akhir,

Selesaikan pertandingan hidupku,

Bawa ku ke tempat dimana KAU ada,

Tinggal bersama-MU s’lamanya…….

 

Ary dan Ester Handoko