Apakah mereka pelayan KRISTUS ? –aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi ! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut

II Korintus 11 : 23

Saudara yang terkasih ;

Ada sebuah artikel singkat tentang perkataan yang disampaikan oleh seorang terkenal dan pendiri Alibaba yang bernama Jack Ma, yang berjudul : ‘Orang bermental miskin, adalah orang yang paling susah dilayani.’ Memang sebenarnya isi artikel itu adalah untuk diterapkan di dunia bisnis, tetapi ternyata cocok juga untuk diaplikasikan di bidang pelayanan rohani, seperti bergereja. Seperti apakah yang disebutnya dengan ‘bermental miskin’ itu ? Rupanya yang dimaksud oleh dia adalah seperti ini :

 

Diberi suatu peluang dengan gratis, mereka pikir itu jebakan.  

Di dunia kristiani : diberi keselamatan gratis, katanya itu bohong besar belaka..

 

Diajak investasi kecil, mereka bilang hasilnya ngga banyak

Diajak pelayanan kecil, katanya percuma saja, tidak keliatan..

 

Diajak investasi besar, ga ada duit katanya.

Diajak pelayanan agak ‘gede’ katanya ngga bisa…

 

Diajak melakukan hal-hal baru, merasa ngga ada pengalaman

Diajak mencoba belajar pelayanan cara baru, merasa ngga mampu..

 

Diajak jalanin bisnis tradisional, katanya berat persaingannya

Diajak melayani sederhana, katanya sudah banyak kok yang melakukan hal itu..

 

Diajak menjalankan model bisnis baru, katanya MLM

Diajak belajar sesuatu yang baru misalnya lagu baru, atau metode mengajar yang baru, katanya kok tiru-tiru gereja asing saja…

 

Diajak buka toko, ngeluh ngga bebas

Diajak repot lebih banyak di gereja, ngeluh ngga bebas jalan-jalan

 

Diajak bisnis apa saja, bilang ngga punya keahlian

Sudahlah, begini saja kenapa…

 

Mereka punya kesamaan : nanya google, dengerin teman-teman yang sama-sama hopeless

Curhat-curhat an dengan orang-orang yang juga sama-sama diam di tempat…

 

Mereka berpikir lebih banyak daripada professor, tapi bertindak lebih sedikit daripada orang buta

Maunya dilayani saja, tapi tidak mau ikut melayani juga

 

Kata Jack Ma, orang bermental miskin gagal dalam hidup karena satu kesamaan sikap : Sepanjang hidup mereka hanya menunggu….. 

Janganlah kita punya mental seperti itu, juga di dalam bergereja. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, semaksimal mungkin. Sama seperti yang telah dilakukan oleh rasul Paulus. Dia begitu berjerih lelah untuk melayani KRISTUS. Dan di dalam berjerih lelah melayani TUHAN itulah, DIA akan membuat perbedaan dalam hidup kita, dibanding dengan hidup orang dunia. DIA pasti akan memberkati apa yang telah kita lakukan untuk-NYA, karena TUHAN tidak pernah berhutang.  

 

Takkan pernah ku bawa, selain yang terbaik,

Yang harum dan sejati, di hadapan tahta-MU,

YESUS ku terimalah korban syukurku ini,

Yang mengalir di hatiku,

Sbagai penyembahanku…

 

Ary dan Ester Handoko

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ?

II Korintus 6 : 14

Saudara yang terkasih ;

Bila kita mempunya baju baru yang berwarna mencolok, apalagi –biasanya- baju batik, yang seringnya berwarna macam-macam dan dominan, maka untuk pencucian pertama atau kedua kali biasanya kita pisahkan, karena kadang baju-baju itu luntur. Dan bila tidak dipisahkan, bisa dipastikan baju-baju lain yang berwarna muda atau putih, pasti akan kelunturan semua. Bila itu terjadi, akan sangat sulit menghilangkan bekas kelunturan tersebut. Sayang sekali. Oleh sebab itu sebagai tindakan prefentif, lebih baik baju baru itu kita pisahkan saja, supaya tidak terjadi ‘kecelakaan’ semacam ini. terutama untuk baju-baju berwarna putih yang rawan terkena kelunturan, saat mencuci lebih baik dipisahkan dengan baju berwarna yang baru. 

Saudara, untuk urusan menjaga baju saja, kita perlakukan dengan khusus di saat mencuci agar tidak kelunturan, apalagi menjaga hidup kita. Dulu kami menilai ayat emas di atas hanya cocok untuk pasangan-pasangan muda yang sedang mencari jodoh, supaya mencari jodoh yang seiman. Tetapi ternyata, ayat tersebut berlaku untuk setiap kita. Di dalam berteman dekat, di dalam bermitra bisnis, di dalam langkah apapun, pastikan bahwa kita jangan sampai kelunturan oleh sekeliling kita yang tidak seiman dengan kita. Harus ada garis yang tegas yang kita buat untuk menjaga kita tetap kudus bagi TUHAN. Hal ini memang tidak mudah, tetapi itulah yang dituntut TUHAN dari hidup kita. 

 

Ku datang TUHAN dalam hadirat-MU

Berhiaskan kekudusan

Seluruh Surga sujud menyembah-MU

Ku tersungkur dan berseru

Kudus, kuduslah, kuduslah TUHAN

ALLAH semesta alam

Kudus, kuduslah, kuduslah TUHAN

Surga bumi menyembah-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu YESUS naik ke dalam perahu dan murid-murid-NYA pun mengikuti-NYA. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi YESUS tidur. Maka datanglah murid-murid-NYA membangunkan DIA, katanya :"TUHAN, tolonglah, kita binasa." IA berkata kepada mereka :"Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah YESUS menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali

Matius 8 : 23 – 26

Saudara yang terkasih ;

Sengaja ayat emas di atas kami tuliskan agak panjang kali ini, karena kami ingin mengingatkan kita semua tentang frame cerita soal angin ribut di danau itu dengan komplit, supaya kita mendapat gambaran lengkap tentang apa yang terjadi saat itu. Semakin dibaca ulang, semakin kami sadar, kalaupun saat itu kita ada bersama para murid itu, kita pun akan berlaku sama paniknya (atau bahkan lebih parah lagi ). Perhatikan bahwa di dalam kitab Lukas dijelaskan lebih rinci lagi : air mulai masuk ke dalam perahu ! Perahu itu sudah dalam keadaan ‘mengerikan’ karena hampir tenggelam ! Bukan saja ‘hanya diombang-ambing’ oleh angin besar, tapi sudah hampir karam! Tetapi begitupun di saat YESUS bangun, IA menegur murid-murid dengan berkata,”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ?” 

Saudara, kita belajar lagi hari ini bahwa TUHAN bergerak dalam timing-NYA / waktu-NYA. Apapun yang terjadi, sepanik apapun keadaan yang ada, jika TUHAN belum bergerak, kita hanya bisa menegakkan iman percaya kita dan menantikan mujizat-NYA. Tetapi percayalah, seperti juga kisah ‘murid-murid di dalam perahu’ itu berakhir happy ending, penantian kita akan pertolongan TUHAN atas semua masalah kita pun pasti akan berakhir dengan ending yang sama. TUHAN pasti akan menolong kita! Hanya saja DIA akan bergerak dalam waktu-NYA. Dan di saat menunggu waktu-NYA tiba itu, IA ingin kita terus beriman pada-NYA. Oleh sebab itu kadang IA seperti ‘membiarkan’ gelombang besar itu datang menerpa, supaya : kita berharap 100% pada-NYA !

     

Ku yakin, percaya, 

ada waktu-NYA TUHAN

Semua kan indah pada waktu-NYA…

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan ALLAH, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala

Wahyu 8 : 2

Saudara yang terkasih ;

Ini adalah jaman akhir. Tanda-tandanya sudah begitu jelas terlihat. Seorang hamba TUHAN yang sering mendapat penglihatan, pada suatu kali saat ia berdoa, ia melihat bahwa di balik awan-awan, terompet itu itu sudah terus menerus ditiup. Kata beliau, bentuk terompetnya panjang-panjang, dan ujungnya seperti menyentuh ke lantai saking panjangnya. Sebenarnya bunyi tiupan terompet itu ada nadanya, ada lagunya, ia menangkap lagu itu dan mendengarnya dengan jelas. Sayang, bahwa ketika ia kembali ke bumi setelah berdoa, ingatan tentang lagu apakah yang dinyanyikan oleh terompet-terompet itu dihapus oleh TUHAN. Penglihatan tentang terompet Surga yang telah ditiup itu terlalu kudus, sehingga hanya sebagian memory saja yang TUHAN berikan kepadanya, sehingga hal ini bisa diceritakan kepada orang-orang untuk menjadi peringatan bahwa : kedatangan TUHAN sudah AMAT DEKAT !

Saudara, jika ini adalah akhir jaman, maka rasanya sekarang bukan waktunya lagi untuk memikirkan hal-hal remeh seperti : sakit hati, kekecewaan, rasa tidak terima, mempertanyakan keberadaan TUHAN, bermalas-malas datang beribadah, dan lain-lain perkara yang tidak TUHAN sukai. Sekarang adalah waktunya bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menyambut kedatangan-NYA, berlomba-lomba menyenangkan hati-NYA, sungguh-sungguh bertobat, memperbaiki neraca kehidupan kita supaya pada saat kita ditimbang kita berkenan kepada-NYA. Persiapkan diri kita sebaik-baiknya, kedatangan TUHAN sudah dekat. Sekali lagi, kedatangan TUHAN sudah AMAT DEKAT….. 

 

IA yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman :

"Ya, AKU datang segera !" 

Amin, datanglah, TUHAN YESUS ! Wahyu 22 : 20

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan :’Sebab IA baik ! Bahawasanya untuk selama-lamanya kasih setia-NYA.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah ALLAH

II Tawarikh 5 : 13 - 14

Saudara yang terkasih ;

Oleh karena sekarang ada yang namanya WA yang bisa di download di hp yang ada, maka bermunculanlah group-group, terutama group-group reuni dengan teman sekolah jaman SD sampai kuliah. Di dalam grup WA kami yang terdiri dari teman SMA, ada seorang teman yang dahulu terkenal galak dan tersinggungan. Sebetulnya hatinya baik, tetapi kalau ada seorang teman yang menggoda dia, dan pas kebetulan hatinya lagi ngga enak, dia bisa marah besar, sampai muka dan kupingnya merah, seperti darah naik semua ke atas kepalanya. Memang kulit dia putih, sehingga warna merah di mukanya akan sangat jelas terlihat. Bila sudah begitu, dia akan pulang dengan langkah besar-besar tanpa menoleh lagi. Semua itu bisa terjadi, karena latar belakang keluarganya yang kurang harmonis, sehingga kadang suasana di rumah terbawa juga di sekolah. 

Tetapi setelah puluhan tahun tidak ketemu dan sekarang kami bertemu lagi di grup WA ini, dia ternyata sudah banyak berubah. Mukanya terlihat ceria, dan dia punya keluarga yang bahagia. Akhirnya dia bercerita, bahwa perubahan itu terjadi setelah beberapa tahun lalu dia mulai belajar mengucap syukur. Ia belajar mensyukuri apapun yang terjadi dalam hidupnya, mensyukuri setiap berkat yang ia nikmati. Sepertinya resep dari dia ini sederhana ya? Bahkan terdengar klise. Tetapi buktinya, ucapan syukur itu sangat manjur. Bahkan dia berkata : sebenarnya kita bisa menikmati Sorga sejak kita masih ada di dunia ini, yaitu dengan BERSYUKUR !

Saudara, di dalam Alkitab, ada kisah tentang bangsa Israel yang bersama-sama mengucap syukur dengan puji-pujian dan aneka alat musik yang mereka miliki, yaitu ketika Salomo mentahbiskan Bait Suci. Akibat dari ucapan syukur yang mereka naikkan, kemuliaan ALLAH melingkupi tempat itu, sehingga para imam-imam yang menyelenggarakan kebaktian tidak ada yang tahan berdiri ! Sungguh, suasana Sorga dapat dirasakan, di saat ucapan syukur itu dinaikkan !

Menjejaki bulan pertama tahun 2017 ini, resep sederhana yang selalu manjur di setiap waktu ini kembali kami dengungkan : Naikkanlah ucapan syukurmu, maka TUHAN akan memberkatimu. Lakukanlah, dan saudara bisa merasakan Sorga itu turun di tengah-tengah keluargamu. 

Segala puji syukur bagi-MU 

kutinggikan Nama-MU selalu

Kemuliaan hanya bagi-MU

Terpujilah Nama-MU

 

Ary dan Ester Handoko