Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

II Korintus 4 : 16

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu…" Roma 12 : 11 

Saudara yang terkasih ;

Bila kita pernah pergi ke Singapura dan mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti mal-mal yang banyak bertebaran disana, atau masuk ke toilet umumnya, maka kita akan melihat bahwa banyak dipekerjakan orang-orang tua (dibaca : nenek-nenek dan kakek-kakek) yang menjadi pelayan di tempat itu. Pekerjaan mereka beraneka ragam. Ada yang mengelap meja-meja makan, atau menyapu lantai. Atau mengelap toilet dan kaca-kaca supaya tetap bersih dan mengkilap. Membersihkan tempat sampah, menjaga lift, dan sebagainya. Umur sudah uzur, tetapi gerak mereka masih semangat berjalan kesana kemari. Salut buat pemerintah setempat yang masih mau mempekerjakan mereka, sehingga mereka tidak menjadi pikun dan mereka bisa mempunyai uang saku buat keperluan mereka sendiri, tidak menjadi beban bagi anak cucu. 

Saudara, selain angkat topi buat pemerintah setempat, kami juga menaruh hormat kepada para lansia yang masih cekatan ini. walaupun badan sudah agak bungkuk, mungkin jalan juga tidak selincah yang muda-muda, semangat mereka dalam bekerja masih tinggi. Kami melihat mereka bahkan bekerja sampai jauh malam. Tidak banyak waktu untuk santai semasa jam kerja, mereka terus bergerak. Dan baru pada malam hari mereka berhenti untuk pulang. 

Bisakah kita juga segiat mereka dalam bekerja melayani TUHAN? Sampai masa tua, sampai uzur dan memutih rambut ini, sampai badan terbungkuk sekalipun, lutut tak lagi kuat menopang badan, tetapi hati dan jiwa masih membara untuk melayani Raja di atas segala Raja ? Sebenarnya tidak ada kata ‘retired’ atau pensiun di dalam Alkitab. Semua tokoh di Alkitab mengajarkan keteladanan untuk melayani sampai akhir. Melayani sampai sisa nafas yang penghabisan. Marilah kita periksa diri masing-masing, apakah yang sudah kita lakukan untuk TUHAN, semasa DIA masih beri kita kesempatan untuk hidup di dunia ini ? Sudahkah kita ambil bagian untuk pelebaran Kerajaan-NYA? Atau kita sibuk mengurusi keperluan kita sendiri dan tidak mempedulikan pekerjaan-NYA?

  

Oh, TUHAN, pakailah hidupku,

Selagi aku masih kuat, 

Bila saat nya nanti, ku tak berdaya lagi,

Hidup ini sudah jadi berkat……

 

Ary dan Ester Handoko

Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan

Keluaran 18 : 20 

Saudara yang terkasih ;

Ketika kenaikan kelas barusan, anak kami mendapat hadiah sebuah voucher makan gratis di suatu restoran, karena dia mendapat ranking di sekolah. Dan baru dalam minggu lalu kami berkesempatan untuk mengantarkan dia ‘menikmati’ hadiahnya itu. Tentu saja sambil membawa voucher yang didapatnya. Saat melangkah masuk ke dalam restoran itu, kami dihadang oleh resepsionisnya dan kami langsung menunjukkan voucher makan itu. Tiba-tiba mbak resepsionis menanyakan, apakah membawa juga kartu pelajar. Kami terkejut mendengar pertanyaan itu. Sebab kami pikir dengan membawa voucher saja tentu semuanya sudah OK. Apalagi yang memakai adalah anaknya sendiri, bukan orang lain. Si mbak bersikeras harus ada kartu pelajar, untuk adnminstrasi dan dilaporkan ke pusat, katanya. Padahal soal membawa kartu pelajar tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan tak tercantum dalam voucher itu. Untungnya kami selalu membawa kartu pelajar si kecil ini dalam tas (bukan dibawa dia sendiri saat di sekolah), karena kami tau terkadang ada promo menggunakan kartu pelajar di beberapa restoran. Akhirnya kami diijinkan masuk dan makan malam bersama di tempat itu…   

Tidak adanya pemberitahuan yang lengkap, info yang hanya sepotong, atau bahkan tanpa info sama sekali, membuat sebuah rencana bisa jadi berantakan. Bayangkan seandainya kami tidak bawa kartu pelajar, pasti hari itu tidak jadi makan di tempat tersebut (padahal sudah direncanakan dari minggu-minggu sebelumnya).  

Puji TUHAN jikalau firman TUHAN yang kita terima dan tertulis dalam buku panduan kita : Alkitab, telah lengkap dan tidak berubah barang sedikitpun ! Tidak perlu (dan sangat tidak boleh) ada perubahan apa-apa, semuanya sudah komplit dalam satu buku, dan pasti membawa keselamatan dan berkat bila dilakukan. Semua langkah-langkah yang harus kita ikuti tertulis dengan amat gamblang dan jelas. Dipaparkan rinci serta detail. Tinggal kita menjalankan saja, sudah pasti akan benar. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengajar dan memperhatikan kita dengan amat detail dan lengkap. Tinggal apakah kita bisa menepati semua peraturan-NYA atau tidak…. 

 

Orang percaya yang sejati akan menekuni Firman,

Dan beroleh kekuatan dari kebenaran-NYA…

 

Ary dan Ester Handoko

IA membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun

Ratapan 3 : 11

Saudara yang terkasih ;

Dalam satu pertemuan, kami berjumpa dengan hamba-hamba TUHAN yang sama-sama melayani secara full time di ladang TUHAN. Banyak pengalaman yang mereka ceritakan, dan yang mengesankan adalah : panggilan TUHAN kepada mereka biasanya terjadi justru saat mereka sedang sibuk bekerja di ladang pekerjaan yang lama. Mereka terjun ke pelayanan bukan karena menganggur, atau ‘daripada ngga ada kerjaan’. Tetapi justru disaat sedang sibuk-sibuknya, mereka merasakan panggilan TUHAN yang kuat untuk terjun di bidang pelayanan. Langsung saja mereka ‘banting stir’, mengubah semua rencana yang ada, meninggalkan pekerjaan lama dan melayani TUHAN penuh waktu, sampai dengan saat ini. 

Sering kali sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi secara mendadak dan memaksa kita untuk berbelok dari rencana semula. Seperti yang diungkapkan oleh nabi Yeremia, kadang kala TUHAN membelokkan jalan-jalan kita, merobek-robek, dan membuat kita tertegun. Tetaplah dengan sukacita kita mengikuti jalan TUHAN, karena DIA mengetahui rancangan yang ada pada-NYA mengenai kita, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).

 

Percayalah bahwa jalan TUHAN 

yang sudah IA persiapkan 

jauh lebih indah dan sempurna 

dari rencana kita

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-KU dari jalanmu dan rancangan-KU dari rancanganmu

Yesaya 55 : 8 - 9

Saudara yang terkasih ;

Buat saudara yang pernah ke Jakarta pasti akan melihat, betapa banyaknya jalan tol disana. Belum lagi aneka jalan layang yang bisa bertumpuk-tumpuk dan ruwet kelihatannya. Dan buat saudara yang pernah menyetir mobil sendiri selama di Jakarta juga pasti pernah merasakan, betapa repotnya jika masuk ke jalan yang salah. Sekali salah memilih jalur jalan tol, muternya akan jadi sangat panjang dan lama. Belum lagi kalau harus menembus kemacetan kota yang sangat panjang dan menjengkelkan. Makanya tidak salah jika ada istilah yang berkata : hidup di Jakarta itu tua di jalan. Karena kemana-mana ruwet dan macet. Apalagi bila salah memasuki lajur jalan ! 

Saudara, banyak keputusan yang harus diambil dalam menempuh jalan kehidupan ini. Dan melihat dunia yang semakin sulit, sudah seharusnya kita bertanya dulu kepada TUHAN, jalan mana yang harus kita tempuh agar kita tidak salah memilih. Sekali kita salah memilih jalur, tingkat kesulitan yang kita hadapi jauh lebih tinggi daripada sekedar salah memilih jalur tol. Lalu, kenapa banyak di antara kita yang lebih suka berjalan sendiri tanpa bertanya? Baru balik dan berusaha menanyakan apa yang salah, bila semua hal sudah nampak berantakan… 

TUHAN ada dan selalu siap memimpin langkah saudara. DIA sanggup mengatasi segala keruwetan jalan hidup yang saudara hadapi. Menghadap dan bertanyalah kepada-NYA tentang segala sesuatu, sebelum keadaan menjadi kacau balau. 

 

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang sedang terjadi,

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang kita alami

 

Ary dan Ester Handoko

Hal itu tidak usah mengherankan, sebab iblis pun menyamar sebagai malaikat terang

II Korintus 11 : 14

Saudara yang terkasih ;

Mainan boneka berupa dinosaurus dan saudara-saudaranya masih merupakan mainan yang diminati oleh anak-anak kecil hingga saat ini. Entah kenapa mereka begitu suka melihat bentuk dino yang sebenarnya menyeramkan dan jauh dari kata ‘imut’. Terutama anak-anak cowo, suka sekali main-main dengan boneka dinosaurus yang terbuat dari plastik, atau robot, lalu mengkhayalkan kalau mereka beneran hidup serta berjalan-jalan di dunia ini. Memakai kaos bergambar dino, berfoto dengan patung dino raksasa, keren yaa. Mungkin justru tampangnya yang ‘gahar’ alias ‘sangar’ itu seperti menunjukkan sisi ‘perkasa’ dalam boneka dino ini. Memang kalau dinosaurus hanya berupa mainan saja, tidak menakutkan. Tetapi pernahkah dibayangkan seandainya mereka masih beneran hidup dan berkeliaran di bumi? Siapa yang berani mendekatinya ?  

Saudara, permainan dino yang sepertinya ‘lucu’ padahal kenyataannya sama sekali tidak ini, mengingatkan kami akan ‘tokoh’ yang sering juga menyamar sebagai sesuatu yang nampaknya indah, manis, ganteng, bahkan cantik. Padahal aslinya sama sekali bertolak belakang dari itu semua. Itulah si iblis. Di dalam dunia ini, dia sering berubah rupa dan menyusup melalui hiburan yang menyenangkan, film-film di bioskop, mainan yang nampaknya biasa saja padahal mengandung unsur magic, minuman yang enak tapi memabukkan, dan banyak hal yang lain. Dia bisa merubah ‘wajahnya’ menjadi seorang teman yang menyenangkan tapi mengajak kita jauh dari TUHAN, atau seorang pria yang tampan atau gadis yang cantik jelita tetapi berhati licik. Apa saja yang dia mau. 

Waspadalah dengan semuanya itu. Berhati-hatilah dengan jebakan si iblis yang tersebar di dunia ini. Jebakan itu nampaknya imut, jenaka, menarik, tetapi semuanya membawa kita terlempar jauh dari hadirat TUHAN. 

 

Ary dan Ester Handoko