TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan

Yesaya 58 : 11

Saudara yang terkasih ;

Sewaktu sedang liburan singkat pergi ke sebuah air terjun yang indah di daerah Trawas, kami sama sekali tidak tahu akan medan perjalanan mencapai air terjun itu dengan berjalan kaki. Sebab ini adalah kali pertama kami ke tempat itu. Saat sedang memulai perjalanan, kami berjumpa dengan wisatawan yang baru saja selesai menyaksikan keindahan air terjun yang letaknya di bawah tebing itu. Kami sempat bertanya, seberapa jauh perjalanan yang akan kami lalui. Dengan santai dia menjawab,”Dekat kok, sekitar 10 menit.” Dengan berharap beneran hanya 10 menit kami melangkah. Ternyata 10 menit berlalu, dan kami belum juga ketemu dengan air terjunnya. Dan akhirnya, setelah kira-kira setengah jam, barulah air terjun itu mulai terdengar deburannya dan pelan-pelan kelihatanlah apa yang kami cari. Perjalanan yang cukup lumayan panjang, penuh dengan bebatuan, dan menjorok turun. Pulangnya, kami harus kembali mendaki jalan berbatu-batu yang sama. Kali ini lebih lama, karena beberapa kali harus berhenti karena kelelahan. 

Saudara, untuk mencapai satu tujuan wisata yang masih alami, kadang kala memang dibutuhkan perjuangan spesial untuk mencapainya. Tetapi sesampainya di tempat, ada keindahan pemandangan yang bisa disaksikan sebagai upah kerja keras perjalanan. Begitu pula dengan hidup. Terkadang perjalanan kehidupan ini penuh lekak liku, jalan menurun untuk ditapaki, dan jalan mendaki untuk dinaiki. Hidup ini penuh perjuangan, kata orang, dan memang benar demikian. Tetapi jangan takut dan kuatir, bersama TUHAN kita pasti bisa melewatinya. Dan begitu tiba di tujuan, kita bisa menikmati indah berkat luar biasa yang sudah TUHAN sediakan. 

Jika saat ini saudara sedang mengalami jalan naik turun dan berbatu-batu untuk ditapaki, jalanilah dengan penuh iman percaya dan kesabaran. TUHAN berjanji bahwa DIA akan selalu menyertai. Haleluyah…

 

Akupun tahu ku tak pernah sendiri,

Sbab Kau ALLAH yang menggendongku,

Tangan-MU membelaiku,

Cinta-MU memuaskanku,

KAU mengangkatku ke tempat yang tinggi….

 

Ary dan Ester Handoko

Sesungguhnya mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan DIA, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-NYA

Mazmur 33 : 18

Saudara yang terkasih ;

Sebuah acara besar GBT baru saja selesai diadakan di Bandung beberapa waktu yang lalu. Seusai acara tersebut, kami lihat ada foto seorang hamba TUHAN teman kami beredar di facebook, dalam jumlah banyak sekali. Dan anehnya, segala apa yang diperbuat, kok sempat-sempatnya difoto. Dan dia bukan selfie, tetapi seperti ada yang memfotokan. Ternyata, memang dia sengaja bawa fotografer sendiri untuk acara itu. Luar biasa, sudah seperti artis saja. Memang artis-artis, biasanya punya fotografer pribadi, dengan kamera professional dan sengaja dibayar, untuk selalu siap mengabadikan apa saja yang ia kerjakan, untuk di upload di instagram atau facebook pribadinya. Jelas saja fotonya jadi banyak, dan hasilnya bagus-bagus.

Saudara, itulah trend yang sedang mewabah di kalangan artis dan juga kaum the have (baca : kaya) akhir-akhir ini. menyewa fotografer pribadi. Mungkin kita belum sampai ke arah situ. Dan tidak ada niatan untuk mempunyai tukang potret yang selalu siap setiap saat semacam itu. Tetapi sadarilah, bahwa apa saja yang kita lakukan, ada Sepasang Mata yang selalu mengawasi, selalu memperhatikan tingkah laku kita. Dan Sepasang Mata itu tidak pernah sedetik pun melewatkan kita. Itulah Sepasang Mata TUHAN ! Apapun yang kita kerjakan, katakan dan perbuat, apapun yang kita pikirkan, rasakan dan rencanakan, DIA TAHU! Hal ini bisa menjadi ‘ancaman’, bila kita melakukan kesalahan. Tetapi sekaligus menjadi Penghiburan Besar, buat kita yang takut akan DIA, yang berharap kepada kasih setia-NYA. 

Mata lensa TUHAN, tidak pernah lepas membidik kita. Sebab itu, takutlah akan DIA, lakukanlah apa yang DIA inginkan, maka TUHAN akan memberkati kita selamanya. Haleluyah !  

 

Bagai tanah liat dalam tangan-MU

KAU jadikan bejana yang indah

Demikian aku dalam tangan-MU

ku sungguh berharga di mata-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi aku, aku suka dekat pada ALLAH; aku menaruh tempat perlindunganku pada TUHAN ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-NYA

Mazmur 73 : 28

Saudara yang terkasih;

Setiap minggu, baik di kebaktian umum pagi dan sore, atau di kebaktian-kebaktian doa seperti doa malam dan doa puasa, pembicara atau WL sering memberikan kesempatan untuk semua jemaat maju dan menyaksikan cinta kasih TUHAN. Tetapi sering juga terjadi, bahwa tidak ada seorang pun yang maju untuk bersaksi. Atau ada juga yang maju, tetapi orangnya itu-itu saja, sehingga jemaat lain mungkin ada yang bicara dalam hati : ‘ahh, lagi-lagi si A …lagi-lagi si A…yang maju untuk bersaksi… ‘ 

Saudara, ayat emas yang terambil dari kitab Mazmur hari ini ( yang ditulis oleh bani Asaf)  memberikan pelajaran tentang apa artinya kita diijinkan hidup lebih lama di dunia ini oleh TUHAN. Mengapa DIA beri kita berpuluh-puluh tahun ini untuk menikmati kehidupan di dunia. Ternyata salah satu alasan yang kuat adalah : agar kita dapat menceritakan segala pekerjaan-NYA dalam hidup kita ! Tentu ada banyak pekerjaan yang ALLAH lakukan, baik itu hal besar atau kecil. Dan semuanya itu benar-benar bisa kita rasakan, bahwa ALLAH itu hidup dan berkuasa. Perbuatan-NYA nyata bagi kita, pribadi lepas pribadi. 

Saudara, ada banyak kesempatan TUHAN berikan untuk kita menyaksikan kasih TUHAN. Kita punya bahan lebih dari cukup untuk menceritakan tentang kebaikan, kasih, pertolongan dan keselamatan dari TUHAN. Ceritakanlah hal itu, selama kesempatan itu datang kepada kita. Sekeliling saudara pasti akan dikuatkan di saat mendengar apa yang saudara ceritakan… 

Kabarkanlah kebaikan TUHAN 

dimanapun kita berada

 

Ary dan Ester Handoko

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. TUHAN sudah dekat !

Filipi 4 : 5 

Saudara yang terkasih ;

Minggu lalu, hampir semua mata masyarakat Indonesia (dan bahkan mata dunia) tertuju kepada satu peristiwa yang luar biasa yang terjadi di negeri kita, yaitu jatuhnya vonis hukuman 2 tahun kepada gubernur Jakarta, pak Ahok. Kita semua sepakat, bahwa apa yang dia alami sungguh tidak adil. Seolah-olah kebaikan yang sudah dia tanam selama 4 tahun setengah, sama sekali tidak diperhitungkan dan dikalahkan hanya dengan ucapan dia yang kebablasan tentang agama lain. Sejuta kali pun dia meminta maaf, sepertinya tidak dianggap berharga oleh hakim dan para jajarannya. Namun indahnya, walaupun dia tidak berusaha membela diri dengan berteriak-teriak tanda tidak terima atas keputusan hakim, begitu banyak manusia yang membelanya sampai mengadakan bermacam aksi akbar. Dari mulai mengirimkan bunga dan balon sampai berjumlah ribuan di balai kota, pagelaran lagu-lagu kebangsaan oleh orchestra terkenal, sampai menggelar aksi lilin yang menyala di pelbagai kota bahkan sampai di seluruh dunia. 

Apa yang mendasari sampai mereka dengan gigih berkorban waktu, harta dan tenaga untuk hanya membela nama baik seseorang ? Sebabnya karena 1 hal saja : mereka ingat akan budi baik yang pak Ahok lakukan semasa menjabat sebagai pemimpin mereka. Mereka belum lupa saat gubernur mereka memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga DKI Jakarta, apa yang sudah dia perbuat selama 4 tahun lebih. Mereka tahu, pejabat yang satu ini berbeda dengan pejabat-pejabat sebelumnya yang tidak berbuat banyak, malah membiarkan korupsi meraja lela dimana-mana. Pada akhirnya, perbuatan baik Ahok lah yang membuat ia dicintai begitu banyak massa. 

Saudara, kita pun perlu melakukan hal yang sama. Alkitab perintahkan untuk kita berbuat baik selalu. Kepada siapapun. Supaya nama TUHAN dipermuliakan. Karena TUHAN sudah dekat ! Di dalam perbuatan baik kita, kita menyandang Nama TUHAN, karena kita adalah pengikut-NYA ! Dan pada akhirnya, bila kita sudah kembali kepada-NYA, hanya perbuatan baik kita lah yang akan dikenang oleh orang disekitar kita. Bukan kekayaan kita, bukan prestasi kita, bukan pula kepandaian kita. 

Teruslah berbuat baik kepada semua orang, 

selagi ada kesempatan

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi karena kasih sayang-MU yang besar ENGKAU tidak membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, karena ENGKAUlah ALLAH yang pengasih dan penyayang

Nehemia 9 : 31

Saudara yang terkasih ;

Ada sebuah quote, atau kata mutiara di line, yang menarik perhatian kami. Quote itu berbunyi demikian : ‘Karena luka bisa ngebuat seseorang males untuk jatuh cinta….’ Kata-kata yang indah, namun mengandung arti luka yang mendalam. Luka yang sulit disembuhkan. Mungkin yang membuat quote ini pernah disakiti hatinya atau ditinggalkan oleh orang yang dikasihinya, sehingga ia malas untuk jatuh cinta lagi. Enak diucapkan, enak didengar, tapi artinya tidak melegakan hati…. Jika memakai istilah anak jaman sekarang, maka bisa dibilang yang bikin quote ini Baper, alias : bawa perasaan. Mudah tersinggung, mudah marah, mudah terluka, itulah orang yang baper… 

Saudara, untung TUHAN tidak baper-an. Seandainya DIA baper dengan apa yang telah manusia perbuat, tidak akan DIA bersusah payah menyelamatkan kita. Tidak akan DIA bersusah payah mengirim banyak nabi-nabi-NYA, besar atau kecil, untuk menyadarkan bangsa Israel akan kesalahannya. Tidak akan pula IA bersusah-susah mengirim Anak-NYA sehingga mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Untung DIA tidak baper-an. Kita memang pernah berbuat dosa besar, terhilang dari hadapan-NYA. Tetapi DIA tidak menyimpan dendam, sesaat sesudah kita meminta ampun kepada-NYA, DIA memeluk kita dan memberikan anugerah pengampunan yang luar biasa besar. Bahkan berkat-berkat-NYA dicurahkan kepada kita, tanpa mengingat lagi segala dosa-dosa yang kita telah lakukan di masa yang silam.

TUHAN kita ternyata tidak baper, apakah kita masih suka baper? Contohlah DIA, belajarlah daripada-NYA… 

"Marilah, baiklah kita beperkara ! –firman TUHAN- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba" Yesaya 1 : 19 

 

Ary dan Ester Handoko