Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Yohanes 3 : 16

8 Oktober 2017

Saudara yang terkasih ;

Satu ketika kami membeli sebuah produk tonik rambut. Kami berusaha mencari cara pemakaiannya dan menemukannya tertera pada dos luarnya. Dalam bahasa Inggris. Pelan-pelan kami baca, sambil berusaha menterjemahkannya. Setelah selesai dan merasa setidaknya telah mengerti isinya sekitar 75% (yang 25% pakai sistim kira-kira), sebelum dos itu kami letakkan kembali, diputarlah dos itu untuk melihat yang sisi yang dibelakangnya. Dan setelah dos berputar 180 derajat, ternyata disebaliknya ada panduan dalam bahasa Indonesia. Komplit. Persis seperti yang berbahasa Inggris dibelakangnya !

Saudara, kisah diatas sepertinya menggelikan. Geli melihat kebodohan diri sendiri. Kenapa musti bersusah-susah menterjemahkan bahasa asing, sementara yang berbahasa ibu sendiri sudah tersedia? Mirip dengan cerita kebodohan kami ini, maka sebenarnya banyak juga orang Kristen yang berbuat hal yang sama. Mereka mengesampingkan firman ALLAH yang sudah rapi dan gamblang tertulis dalam Alkitab, dan berusaha menyunting Alkitab mereka sendiri. Yang sudah mereka edit dan katanya lebih ‘asli’ karena menggunakan beberapa sebutan yang asing ditelinga, namun katanya itu lebih alkitabiah. Mereka menolak keberadaan Alkitab yang sudah ada, dan menggantinya dengan Alkitab bikinan mereka ini. 

Saudara, ayat diatas seperti mengingatkan kita tentang satu hal, ALLAH sudah bersusah payah mengirim Anak-NYA yang Tunggal ke dalam dunia untuk menebus kita. Artinya, YESUS menjelma menjadi Manusia, sama seperti kita, supaya kita mengerti siapakah ALLAH itu. YESUS bahkan berbicara sama seperti kita, supaya kita tidak perlu bersusah-susah berbicara dalam bahasa asing yang kita sendiri tak tahu artinya. Perayaan Natal yang tinggal 2 bulan lagi merupakan tonggak peringatan buat kita, bahwa DIA PUNYA CARA LUAR BIASA untuk menghampiri kita. Menyelamatkan kita. Bukan kita yang harus berbicara dalam bahasa sama seperti DIA, tetapi DIA yang berbicara kepada kita dalam bahasa ibu kita. Yang sangat kita mengerti dan pahami.

 

Jalan-MU adil dan benar, rencana-MU sungguh sempurna,

Gunung Batuku yang tak akan goyah,

KAU memegang hari esokku, dan menuntun setiap langkahku,

Bersama-MU ku tak akan goyah…

 

Ary dan Ester Handoko