Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Mazmur 90 : 12

17 September 2017

Saudara yang terkasih ;

Seorang teman kami, dia pendeta senior yang sudah cukup berumur, baru-baru ini meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Beberapa orang yang dekat dengannya bercerita tentang apa yang ia lakukan disaat-saat paling akhir sebelum ia meninggal. Ia memiliki sebuah sekolah Alkitab yang cukup besar di kotanya, dan di malam terakhir itu, dia sempat berjalan-jalan mengitari sekolah Alkitab yang ia dirikan itu. Dia lihat satu persatu semua sudut-sudutnya, dia cermati dan perhatikan dengan diam. Baru setelah ia puas mengelilinginya, ia balik ke rumahnya dan beristirahat. Dan di malam itu juga, ia berpulang ke rumah BAPA. Di sekolah Alkitab itu, telah banyak tercetak hamba-hamba TUHAN yang tersebar di segala penjuru tanah air. Itulah persembahan terbaik yang pendeta senior itu berikan kepada TUHAN disaat ia bertemu dengan-NYA, yaitu jiwa-jiwa pendeta-pendeta muda yang menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani TUHAN lewat sekolah Alkitab yang ia dirikan. 

Saudara, jika suatu saat kelak tiba giliran kita dipanggil pulang ke Surga, persembahan apakah yang kira-kira dapat kita bawa di hadapan-NYA? Apakah DIA berkenan melihat jalan hidup kita? Apakah TUHAN disenangkan dengan apa yang kita perbuat? Adakah kita mengisi hari-hari selama kita berkesempatan hidup di dunia ini dengan melayani dan mengasihi-NYA? Sudahkah kita lakukan yang terbaik untuk-NYA? Adakah segenap persembahan kita sudah berkenan kepada-NYA? 

 

Ajarku menghitung hari-hari

Bentuk dan sempurnakan hidupku

Ajar ku hidup dalam kesetiaan-MU

YESUS kunanti kedatangan-MU

 

Ary dan Ester Handoko