Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-KU dari jalanmu dan rancangan-KU dari rancanganmu

Yesaya 55 : 8 - 9

16 Juli 2017

Saudara yang terkasih ;

Buat saudara yang pernah ke Jakarta pasti akan melihat, betapa banyaknya jalan tol disana. Belum lagi aneka jalan layang yang bisa bertumpuk-tumpuk dan ruwet kelihatannya. Dan buat saudara yang pernah menyetir mobil sendiri selama di Jakarta juga pasti pernah merasakan, betapa repotnya jika masuk ke jalan yang salah. Sekali salah memilih jalur jalan tol, muternya akan jadi sangat panjang dan lama. Belum lagi kalau harus menembus kemacetan kota yang sangat panjang dan menjengkelkan. Makanya tidak salah jika ada istilah yang berkata : hidup di Jakarta itu tua di jalan. Karena kemana-mana ruwet dan macet. Apalagi bila salah memasuki lajur jalan ! 

Saudara, banyak keputusan yang harus diambil dalam menempuh jalan kehidupan ini. Dan melihat dunia yang semakin sulit, sudah seharusnya kita bertanya dulu kepada TUHAN, jalan mana yang harus kita tempuh agar kita tidak salah memilih. Sekali kita salah memilih jalur, tingkat kesulitan yang kita hadapi jauh lebih tinggi daripada sekedar salah memilih jalur tol. Lalu, kenapa banyak di antara kita yang lebih suka berjalan sendiri tanpa bertanya? Baru balik dan berusaha menanyakan apa yang salah, bila semua hal sudah nampak berantakan… 

TUHAN ada dan selalu siap memimpin langkah saudara. DIA sanggup mengatasi segala keruwetan jalan hidup yang saudara hadapi. Menghadap dan bertanyalah kepada-NYA tentang segala sesuatu, sebelum keadaan menjadi kacau balau. 

 

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang sedang terjadi,

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang kita alami

 

Ary dan Ester Handoko