Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan

Lukas 11 : 10

Saudara yang terkasih ;

Beberapa hari yang lalu air PAM di rumah kami mengecil volumenya. Berusaha cara sudah kami lakukan untuk membuatnya mengalir lancar kembali. Dari memasang pompa di beberapa tempat, karena kebetulan ada beberapa pompa yang ditinggal oleh pemilik rumah lama, tetapi semuanya itu tidak berhasil. Malah makin hari debit air makin sedikit saja. Lebih sulit lagi untuk kami yang kamarnya terletak di lantai 2, jika aliran air tidak lancar, maka pompa tidak bisa mendorong air naik ke kamar mandi di lantai 2. Begitu berlangsung beberapa hari, dan kami belum menelepon PDAM karena kami pikir memang pasokan air lagi sedikit, sehubungan dengan kemarau yang panjang. Sampai kami dengar, tetangga mengalami hal yang sama dan menelepon PDAM, petugasnya datang dan mengganti suatu alat di pipanya, dan airnya segera mengalir lancar. Dan memang benar, setelah kami menelepon, datanglah 3 petugas PDAM. Mereka mengganti sebuah alat di pipa utama, dan segera setelah itu air mengalir dengan derasnya. 

Saudara, kisah di atas sebagai gambaran gamblang untuk kita semua. Jika ada sesuatu tampak tak beres dalam hidup kita, jangan kita berusaha sendiri untuk memperbaikinya. Tidak akan ada hasil signifikan yang nampak. Bahkan akan membuat capek diri sendiri saja. Segeralah datang kepada Sang Pemilik Hidup. Panggil Nama-NYA, dan curhatlah kepada-NYA tentang masalah anda. Hampirilah DIA dalam doa di dalam kamar yang tertutup, rasakan bahwa IA mendengarkan doamu serta menjawab segala pertanyaan dan masalah yang saudara sedang hadapi. Tidak ada pintu tertutup buat orang yang datang kepada YESUS. Tidak ada pertanyaan yang tak terjawabkan di dalam DIA. Tidak ada masalah yang tak ada jalan keluar bagi-NYA. Sudahkah saudara mencoba cara ini?  Bila belum, lakukan segera, dan terimalah kelegaan karena DIA menjawab doa-doa yang saudara naikkan !

 

KAU TUHAN adalah BAPAku

S’lalu memperhatikanku

Tak ada alasan ku ragu-ragu

Tuk serahkan hatiku kepada-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan Anak-NYA yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Yohanes 3 : 16

Saudara yang terkasih ;

Satu ketika kami membeli sebuah produk tonik rambut. Kami berusaha mencari cara pemakaiannya dan menemukannya tertera pada dos luarnya. Dalam bahasa Inggris. Pelan-pelan kami baca, sambil berusaha menterjemahkannya. Setelah selesai dan merasa setidaknya telah mengerti isinya sekitar 75% (yang 25% pakai sistim kira-kira), sebelum dos itu kami letakkan kembali, diputarlah dos itu untuk melihat yang sisi yang dibelakangnya. Dan setelah dos berputar 180 derajat, ternyata disebaliknya ada panduan dalam bahasa Indonesia. Komplit. Persis seperti yang berbahasa Inggris dibelakangnya !

Saudara, kisah diatas sepertinya menggelikan. Geli melihat kebodohan diri sendiri. Kenapa musti bersusah-susah menterjemahkan bahasa asing, sementara yang berbahasa ibu sendiri sudah tersedia? Mirip dengan cerita kebodohan kami ini, maka sebenarnya banyak juga orang Kristen yang berbuat hal yang sama. Mereka mengesampingkan firman ALLAH yang sudah rapi dan gamblang tertulis dalam Alkitab, dan berusaha menyunting Alkitab mereka sendiri. Yang sudah mereka edit dan katanya lebih ‘asli’ karena menggunakan beberapa sebutan yang asing ditelinga, namun katanya itu lebih alkitabiah. Mereka menolak keberadaan Alkitab yang sudah ada, dan menggantinya dengan Alkitab bikinan mereka ini. 

Saudara, ayat diatas seperti mengingatkan kita tentang satu hal, ALLAH sudah bersusah payah mengirim Anak-NYA yang Tunggal ke dalam dunia untuk menebus kita. Artinya, YESUS menjelma menjadi Manusia, sama seperti kita, supaya kita mengerti siapakah ALLAH itu. YESUS bahkan berbicara sama seperti kita, supaya kita tidak perlu bersusah-susah berbicara dalam bahasa asing yang kita sendiri tak tahu artinya. Perayaan Natal yang tinggal 2 bulan lagi merupakan tonggak peringatan buat kita, bahwa DIA PUNYA CARA LUAR BIASA untuk menghampiri kita. Menyelamatkan kita. Bukan kita yang harus berbicara dalam bahasa sama seperti DIA, tetapi DIA yang berbicara kepada kita dalam bahasa ibu kita. Yang sangat kita mengerti dan pahami.

 

Jalan-MU adil dan benar, rencana-MU sungguh sempurna,

Gunung Batuku yang tak akan goyah,

KAU memegang hari esokku, dan menuntun setiap langkahku,

Bersama-MU ku tak akan goyah…

 

Ary dan Ester Handoko

Hendaklah perkataan KRISTUS tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain

Kolose 3 : 16

Saudara yang terkasih ;

Kami punya seorang mentor yang sudah berjalan bersama-sama dengan kami selama puluhan tahun. Mungkin 20 tahun sudah berlalu, sejak kami pertama berkenalan lewat seorang teman. Di dalam perjalanan pertemanan itu, segala macam bentuk pelajaran, peringatan, serta teguran, telah pernah kami terima. Dari mulai teguran yang ringan, sampai kepada teguran yang sangat keras dan membuat hati gentar. Tetapi kami mau menerima semua bentuk teguran itu dengan lapang dada. Di saat teguran itu datang, kami belajar untuk introspeksi, memeriksa ke dalam (walaupun kadang tidak mengerti juga dimana salahnya, tetapi tetap kami tidak berusaha membantah), sampai akhirnya buah yang manis bisa kami dapatkan di saat teguran keras dari TUHAN itu telah selesai. 

Saudara, ada kalanya TUHAN memakai hamba-NYA untuk menyampaikan maksud-NYA. Dan jika kita yang ditegur, belajarlah menerima teguran itu dengan besar hati sebagai salah satu cara TUHAN di dalam mendidik kita. Memang pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna, karena hanya TUHAN-lah yang Maha Sempurna. Tetapi janganlah kita justru selalu berdiri di balik alasan ketidaksempuraan itu dan mengabaikan sebuah kesalahan berlaku terus menerus.  Teguran itu diperlukan, agak kita dapat terus berjalan lurus dalam kasih KRISTUS.  

 

Ajar aku TUHAN hidup dalam jalan-MU,

Agar semua rencana-MU digenapi,

 

Ary dan Ester Handoko

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana TUHANmu datang

Matius 24 : 42

Saudara yang terkasih ;

Seorang saudara kami yang telah senior barusan dipanggil TUHAN pulang. Dia adalah seorang yang pernah berkata kepada kami, saat kami masih bermukim di Jakarta demikian, ”Mana…banyak hamba TUHAN bilang katanya TUHAN mau datang. Buktinya sampai sekarang TUHAN nggak datang-datang…” Kalimat itu diucapkannya sekian puluh tahun yang lalu. Waktu itu dia datang berkunjung, dan karena tahu tentang profesi kami, dia menanyakan hal itu, dengan nada agak menyindir dan sedikit protes. Sepertinya perkataan banyak hamba TUHAN itu salah dimatanya. Buktinya TUHAN tidak datang juga kok….  Tetapi beberapa saat yang lalu, karena umurnya yang memang sudah berbonus banyak, akhirnya dia meninggal dunia. Akhirnya toh, TUHAN datang secara pribadi dalam hidupnya. Dia berjumpa juga dengan TUHAN sekarang.

Saudara, masa hidup manusia di dunia ini sangatlah terbatas. Alkitab berkata hanya seperti bunga rumput yang sebentar ada, dan kemudian menjadi kering dan dibuang orang. Oleh sebab itu, awas-awasilah tentang cara kita menjalani hidup ini. Bekerjalah dan berkaryalah sebaik mungkin, sesuai dengan perintah TUHAN untuk kita. Satu saat, TUHAN datang menjemput kita, kita sudah siap. Kita bisa bawa hasil karya kita selama hidup di dalam dunia ini, untuk dipersembahkan kepada-NYA. Janganlah bersikap jumawa (sombong) dan berkata ‘Tidak ada TUHAN’, atau ‘TUHAN tak akan pernah datang’, karena DIA sudah berjanji bahwa DIA pasti datang ! Hanya waktunya saja yang kita tidak tahu. Waktunya saja yang bisa bersamaan, atau berbeda-beda untuk setiap kita. 

 

Ary dan Ester Handoko

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana

Mazmur 90 : 12

Saudara yang terkasih ;

Seorang teman kami, dia pendeta senior yang sudah cukup berumur, baru-baru ini meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Beberapa orang yang dekat dengannya bercerita tentang apa yang ia lakukan disaat-saat paling akhir sebelum ia meninggal. Ia memiliki sebuah sekolah Alkitab yang cukup besar di kotanya, dan di malam terakhir itu, dia sempat berjalan-jalan mengitari sekolah Alkitab yang ia dirikan itu. Dia lihat satu persatu semua sudut-sudutnya, dia cermati dan perhatikan dengan diam. Baru setelah ia puas mengelilinginya, ia balik ke rumahnya dan beristirahat. Dan di malam itu juga, ia berpulang ke rumah BAPA. Di sekolah Alkitab itu, telah banyak tercetak hamba-hamba TUHAN yang tersebar di segala penjuru tanah air. Itulah persembahan terbaik yang pendeta senior itu berikan kepada TUHAN disaat ia bertemu dengan-NYA, yaitu jiwa-jiwa pendeta-pendeta muda yang menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani TUHAN lewat sekolah Alkitab yang ia dirikan. 

Saudara, jika suatu saat kelak tiba giliran kita dipanggil pulang ke Surga, persembahan apakah yang kira-kira dapat kita bawa di hadapan-NYA? Apakah DIA berkenan melihat jalan hidup kita? Apakah TUHAN disenangkan dengan apa yang kita perbuat? Adakah kita mengisi hari-hari selama kita berkesempatan hidup di dunia ini dengan melayani dan mengasihi-NYA? Sudahkah kita lakukan yang terbaik untuk-NYA? Adakah segenap persembahan kita sudah berkenan kepada-NYA? 

 

Ajarku menghitung hari-hari

Bentuk dan sempurnakan hidupku

Ajar ku hidup dalam kesetiaan-MU

YESUS kunanti kedatangan-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 19