Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN, maka IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu

Mazmur 37 : 3 - 4

"Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN, maka IA akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu" Mazmur 37 : 3 - 4 

 

Saudara yang terkasih ;

Pernahkah saudara menginginkan sesuatu dan TUHAN memberikannya kepada saudara tiba-tiba ? Ah, pertanyaan bodoh ya, pasti setiap dari kita pernah merasakan hal itu. Baik itu keinginan besar, atau keinginan sederhana, semisal : makanan. Pernah suatu kali, kami ingin nasi goreng. Sederhana ya. Dan, tiba-tiba dalam waktu singkat, datanglah seseorang memberikan bungkusan yang isinya makanan. Ada beberapa bungkus disitu. Dan ketika salah satu dibuka, beneran isinya adalah nasi goreng putih. Puji TUHAN. Tetapi karena ingat, anak terkecil gemar nasi goreng, terutama yang putih, ya sudahlah, namanya sayang anak, maka nasi goreng ini diberikan kepada dia. Kami pikir, kami makan yang lain aja, pasti bungkusan yang lain ini berupa jenis makanan yang beda, tapi okelah. Bungkusan kedua dibuka, dan ternyata, isinya juga nasi goreng. Tapi kali ini nasi goreng merah. Haleluyah ! Kami memang lebih suka yang merah…hahahha… dan masih ada bonus satu bungkus lagi, ternyata isinya mie goreng. Agak aneh didalam satu bingkisan ada 2 nasi goreng, tetapi beda model. Tapi buat kami, itu artinya, TUHAN tahu dan memberi yang terbaik. Puji TUHAN !

Saudara, cerita tentang balada nasi goreng di atas memang belum pernah kami saksikan, tetapi kisahnya masih kami ingat sampai sekarang. Kasusnya boleh dibilang sangat sangat sederhana. Pemberian TUHAN juga sederhana, cuma 2 bungkus nasi goreng beda warna ditambah bonus sebungkus mie, tetapi keindahannya masih kami ingat sampai sekarang. Kami rasa, untuk menikmati kebaikan TUHAN memang bisa kita rasakan setiap hari, lewat aneka peristiwa kecil. Bukan saat dapat hadiah mobil, rumah, atau uang banyak saja TUHAN itu baik, tapi saat bersyukur atas sepiring nasi goreng di meja makan pun, kita bisa lihat bahwa TUHAN itu BAIK. Lakukan saja yang terbaik untuk TUHAN, maka IA akan memberikan apa yang diinginkan hatimu. Begitulah kita diajar…...

 

Betapa baiknya ENGKAU TUHAN,

Kasih-MU tiada berkesudahan….

 

Ary dan Ester Handoko

Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali ? Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan ?

Ayub 40 : 20 – 21

"Dimanakah engkau, ketika aku meletakkan dasar bumi ? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian !” Ayub 38 : 4

 

Saudara yang terkasih ;

Beberapa minggu lalu, kami pergi ke kota batu. Disana rupanya ada wahana baru, yaitu predator fun park. Di dalam wahana itu, kami melihat banyak buaya dengan macam-macam bentuk dan rupa. Ada yang masih hidup di dalam kolam, ada yang diawetkan dan dijadikan aneka patung. Ada buaya kecil yang bisa diajak berfoto ria. Sebagai informasi, mulutnya sudah diisolasi, jadi sudah aman terhadap gigitannya. Sewaktu kami pegang, badannya berat, kulitnya kasar, bersisik, kaku, dan saat mau difoto, dia menggeliat (mungkin capek dipegangi terus oleh banyak orang ). Dia mengebaskan ekornya dengan keras, membuat kami kaget. Kata pawangnya, dia stress. Dia baru tenang setelah ditepuk-tepuk sebentar perut bawahnya. 

Setelah itu, kami melihat rumah kelinci. Ada sekitar 15 kelinci yang dilepas di padang rumput. Bulunya putih, ada yang hitam, ada yang coklat, halus dipegang. Badannya yang mungil dan lembut membuat kami suka membelainya. Tetapi ada seekor kelinci yang tampak menyendiri, gemetaran. Dikasih wortel, dia cuek saja, tidak mau mendekat. Kami kira dia sakit. Tetapi suatu saat, tiba-tiba dia mendekati kelinci lain, lalu mengajak kawin. Ooh, rupanya dia gemetar karena ngebet ingin kawin. Hahaha… 

Saudara, seperti kami tidak tahu bahwa buaya itu stress ketika ia mengibaskan ekornya, kami pun juga tidak tahu kenapa kelinci itu gemetaran seluruh badannya. Kami tidak tahu bahasa buaya, kami juga tidak paham bahasa kelinci. Apa yang dia inginkan, apa yang dia rasakan. Tetapi Tuhan tahu satu-persatu akan hewan ciptaan-nya. Ia maha tahu. Ia tahu dengan pasti keinginan mereka. Tuhan tahu, karena segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini, dia lah pencipta-nya. Hikmat manusia tidak bisa melampaui hikmat Tuhan. Terlalu besar, terlalu heran, terlalu ajaib. Yang bisa kita lakukan hanyalah memuji dan menyembah-nya. Melihat dengan kagum akan kebesaran-nya. Sambil menaikkan kidung pujian ,"….engkau Tuhan, Allah, maha tahu…betapa dahsyatnya kuasa-Mu… hadirat-Mu kini penuhiku… bawa ku mendekat pada-Mu.."

 

Ary dan Ester Handoko

IA sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-NYA di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu

1 Petrus 2 : 24 - 25

Saudara yang terkasih;

Seorang hamba TUHAN ditanya oleh seorang beragama lain, apakah agama yang sekarang dia anut bisa menyelamatkan dirinya. Maksud pertanyaan ini adalah untuk menjebak. Bila hamba TUHAN itu berkata,”Tidak,” maka orang itu sudah siap dengan segudang argumentasi untuk mendebat jawaban hamba TUHAN tersebut. Tetapi oleh tuntunan ROH KUDUS, hamba TUHAN ini menjawab,”Bisa, agama yang anda anut dapat menyelamatkan anda. Asal dengan satu syarat : semua perintah agamamu harus kau lakukan, jangan ada yang meleset sama sekali.” Orang ini berkata,”Wah untuk hal itu tentu tidak bisa, sebab aturan agama saya  banyak. Apakah kamu bisa melakukan semua peraturan agama Kristen?” Hamba TUHAN ini menjawab,”Tidak. Tetapi apa yang tidak bisa kami orang Kristen lakukan, telah dikerjakan dan digenapi oleh TUHAN YESUS KRISTUS !” 

Saudara, dunia di tahun 2016 ini bukan semakin baik, tanda-tanda semua menunjukkan bahwa dunia semakin kacau. Tetapi kita senantiasa bisa berlindung di balik salib KRISTUS. Salib itu, yang telah menggenapi semua kekurangan ibadah hamba TUHAN tersebut, juga disediakan untuk kita, sehingga kita dilayakkan untuk menerima keselamatan. Salib itu, yang telah membuat kita menjadi warga negara Kerajaan Sorga !  

Karna salib-MU ku hidup….

Karna salib-MU ku menang….

 

Ary dan Ester Handoko

...lalu mereka berkata kepada-NYA "ENGKAU dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata YESUS kepada mereka: "AKU dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu ENGKAU telah menyediakan puji-pujian"

Matius 21:16

Saudara yang terkasih;

Sekian tahun mengiringi anak-anak sekolah minggu saat puji-pujian, membuat kami hafal, bahwa ada  lagu-lagu yang merupakan favorit bagi mereka. Yang paling jelas kelihatan adalah di saat anak-anak kelas Daud dipanggil maju untuk mempersembahkan pujian, lagu yang mereka pilih biasanya berkisar antara 3 besar, yaitu : Happy ya ya ya, Ikan koki, atau Anak monyet. Sekarang malah lebih terfokus lagi, yaitu ke 2 judul lagu yang pertama tadi. Sebagai pemain musik, kadang kami berikan alternatif lagu lain yang mudah, supaya tidak bosan mendengarnya, hanya lagu itu saja yang mereka nyanyikan setiap minggu.

Tapi di suatu hari Minggu, kami mendengar TUHAN berkata :”AKU tidak bosan mendengar mereka menyanyi lagu yang sama. Mungkin kamu bosan, tapi AKU tidak. Ingatlah, bahwa ada masanya mereka tidak lagi menyanyikan lagu itu, karena mereka beranjak dewasa dan pindah kelas. Di saat mereka menjadi besar, lagu yang mereka nyanyikan pun akan berubah. Lagunya mungkin masih akan sama, tetapi yang nyanyi tidak pernah sama. Anak-anak yang menyanyikan akan berbeda. Itu, yang membuat AKU tidak pernah bosan mendengar anak-anak menyanyikan lagu itu…”

Saudara, TUHAN tidak pernah bosan mendengar pujian yang kita naikkan. Mungkin kita bisa menjadi bosan, bila lagu yang sama dinyanyikan terus dari minggu ke minggu, tetapi ingatlah, TUHAN sendiri menyukainya. Tugas kita hanyalah memuji DIA, sebaik yang mampu kita lakukan. Dan mari belajar untuk tidak mudah bosan dengan pujian apapun. Semua lagu, asal itu untuk mengagungkan Nama-NYA, terdengar indah ditelinga-NYA.

 

Happy ya ya ya …. happy ye ye ye ….

Aku senang jadi anak TUHAN,

Siang jadi kenangan malam jadi impian, 

Cintaku semakin mendalam….

 

Ary dan Ester Handoko

Page 15 of 15