Tetapi apabila dia berkata kepadamu : Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu, maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan

Ulangan 15 : 16 - 17

Saudara yang terkasih ;

Ayat emas di atas adalah salah satu ayat yang kami sukai. Memang awalnya dulu, waktu kami membaca ayat tersebut, ada terselip rasa heran, mengapa ada budak yang mau menyerahkan diri seumur hidup kepada satu tuan? Bahkan sampai ia rela ditindik sebagai tandanya? Bukankah melepaskan diri dari tuannya dan menjadi orang merdeka jauh lebih enak dan bebas? Tetapi saat ini kami mengerti, bahwa memperhamba kepada satu tuan yang baik, jauh lebih bahagia dan ‘selamat’ daripada melemparkan diri sebagai orang merdeka di dunia yang jahat. Bila dia keluar sebagai orang merdeka, bisa jadi dia akan kembali ditangkap dan dijual menjadi budak, tetapi kali ini dia terpaksa diperhamba oleh tuan yang jahat. Itu akan sangat mengerikan.

Saudara, melihat keadaan dunia yang semakin tidak bertambah baik ini, memperhambakan diri kepada TUHAN yang MAHA KUASA dan MAHA BAIK, yaitu TUHAN YESUS, adalah satu keputusan yang terbaik yang bisa kita ambil. Membiarkan diri kita ‘ditindik’ atau menerima baptisan air sebagai tanda penundukan diri sepenuhnya kepada DIA, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Alangkah lebih sukacita berada dalam perlindungan tangan TUHAN kita yang baik itu. Dunia begitu jahat. Apa yang nampaknya gemerlap itu sesungguhnya tidak seperti yang kelihatan. Dibalik segala gemerlapnya dunia, tersimpan jebakan iblis yang mengerikan.    

Saudara, pilihan tersedia bagi kita semua. Maukah kita ‘ditindik’ sebagai bukti ketaatan dan perhambaan kita seumur hidup kepada TUHAN, atau mau hidup sebagai orang merdeka di luar sana, yang tidak tahu arah kemana akhir tujuan hidup mereka ? 

 

Kau TUHAN adalah BAPAku

Yang sangat menyayangiku

Tak pernah sekalipun ku dapati

KAU sakiti hatiku

KAU TUHAN adalah BAPAku

S’lalu memperhatikanku

Tak ada alasan ku ragu-ragu

Tuk serahkan hatiku kepada-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Kamu akan KUberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan KUberikan kepadamu hati yang taat

Yehezkiel 36 : 26

Saudara yang terkasih ;

Setiap kali kita membuka media sosial, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Line atau apapun, maka hari-hari ini kita akan melihat begitu banyak orang yang berkomentar buruk tentang situasi yang sedang dihadapi bangsa kita. Kata-kata mereka menghina pemerintahan, juga pemimpin-pemimpin negara yang sedang bertugas. Adanya kebebasan untuk berkomentar, malah membuat semua yang dulu hanya tersimpan di dalam hati, sekarang dengan bebas bisa dikeluarkan tanpa perlu merasa bersalah, tanpa takut dituntut dan diperkarakan.  Sungguh suatu fenomena yang buruk. 

Saudara, di hari pertama memasuki tahun 2017, TUHAN berfirman bahwa IA menyediakan kepada kita satu ‘hadiah’ ayat yang luar biasa. DIA mau memberikan hal yang indah kepada kita, yaitu : hati yang baru dan roh yang baru. Hati dan roh seperti apa yang hendak IA berikan ? DIA berikan hati yang taat dan melekat kepada TUHAN, roh yang penurut dan lembut, serta mau dengar-dengaran dengan perintah TUHAN. Itulah yang hendak DIA berikan. Luar biasa. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan fenomena buruk yang terjadi di bangsa kita. Dan memang, TUHAN menginginkan kita untuk menjadi garam dan terang bagi dunia ini. Jangan malah terpengaruh oleh keadaan sekeliling untuk menjadi buruk. 

Marilah kita merendahkan diri dan meminta TUHAN memproses kita sedemikian, sehingga gambar-NYA benar-benar tampak melalui kita. 

 

Selamat Tahun Baru 2017, 

kiranya di tahun yang baru ini, 

hidup kita bisa menjadi cermin yang baik, 

yang bisa memperlihatkan sosok TUHAN kepada sesama….

 

Ary dan Ester Handoko

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi

I Timotius 6 : 12 

Saudara yang terkasih ;

Di dalam beberapa kali kesempatan kami bepergian ke negeri orang, kami saksikan bahwa orang-orang disana suka berjalan dengan langkah-langkah yang cepat. Bahkan di eskalator atau tangga berjalan, ada aturan yang ditulis di lantainya, bahwa siapa yang menaikinya harus berdiri di sisi kanan. Tidak boleh di sisi kiri. Mengapa ? Karena ternyata, sisi kiri dikhususkan buat orang-orang yang ingin berjalan lebih cepat. Bayangkan bahwa naik eskalatornya saja sudah lebih cepat daripada jalan kaki naik tangga. Itupun masih kurang cepat. Dan itu terbukti dari banyaknya orang yang mendahului kami. Berjalan (atau malah berlari) diatas eskalator. Baik naik maupun turun. Awalnya agak membingungkan juga aturan ini karena kebiasaan kalau di negeri kita mau berdiri di sisi manapun dari eskalator sah-sah saja. Sempat beberapa kali salah posisi. Tetapi setelah beberapa hari, peraturan naik eskalator ini sudah menjadi kebiasaan. 

Saudara, Alkitab beberapa kali menyebutkan soal pertandingan iman. Pertandingan rohani. Di dalam masa menjalani hidup ini, ternyata kita tidak boleh santai-santai saja jika kita ingin mendapat penghargaan khusus dari TUHAN. Kita tidak boleh seperti pengguna eskalator yang hanya berdiri di posisi ‘sebelah kanan’. Seharusnya kita harus berjalan lebih cepat, artinya : melayani lebih baik dan lebih baik lagi. Memacu diri untuk berbuat yang terbaik buat TUHAN. Tidak bisa lagi ‘mengalir saja apa adanya’, tetapi ingin terus maju, berkembang, dan menyenangkan hati TUHAN dengan kemampuan terbaik yang kita miliki.

Prinsip eskalator ‘berdiri di sebelah kiri’, itulah yang harusnya kita miliki. Jangan hanya berhenti dan melamun ‘di sebelah kanan’. Tahun 2016 sebentar lagi kita lewati. Apakah kita akan terus berkarya dengan cara biasa-biasa saja, atau berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kita ? 

 

 If you're doing your best, 

you won’t have time to worry about failure

 

Ary dan Ester Handoko

IA yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman :"Ya, AKU datang segera !" Amin, datanglah, TUHAN YESUS

Wahyu 22 : 20

Saudara yang terkasih ;

Saudara tahu Cak Lontong kan? Dia adalah seorang comedian yang cukup terkenal akhir-akhir ini. Salah satu joke nya berbunyi demikian :’ Saya ini sabar. Banyak orang tidak sabar. Tapi saya ini sabar. Guru saya nggak sabar. Saya masuk sekolah jam 8 dia marah-marah. Dia nggak sabar nunggu saya dari jam 7 pagi. Jadinya waktu saya datang, saya diusir pulang. Lho, salah saya apa? Kan saya sabar, jam 8 baru berangkat. Terus pas ulangan, tiba-tiba dia bilang suruh ngumpulin ke depan. Lha kan saya belum selesai. Eh, dia maksa menarik kertas saya. Dia nggak sabar nunggu saya. Padahal saya sabar…..’ . Itu joke Cak Lontong tentang kesabaran. Tapi tentu saja itu hanya guyonan, sebab yang dimaksud dengan sabar bukanlah seperti itu…

Saudara, guyonan Cak Lontong itu mengingatkan kami akan omongan orang-orang dunia tentang akhir zaman. Kita anak-anak TUHAN sering berkata,’ Wah, bersiaplah, TUHAN sudah dekat. TUHAN sudah mau datang…’ tetapi mereka menyangkal dengan berkata, ’Mana, katanya TUHAN mau datang, buktinya sampai sekarang nggak datang-datang juga. TUHAN kan sabar, mungkin TUHAN beneran mau datang, tapi masih luamaa.’ Mereka mempermainkan kesabaran TUHAN. Mereka menganggap TUHAN itu tidak beneran akan datang kelak, ataupun kalau datang, tidak di jaman kita sekarang ini. 

Saudara, jangan terlena dengan kesibukan dunia ini. Ini sudah benar-benar akhir jaman. TUHAN sudah begitu dekat. Tanda-tanda-NYA sudah semakin nyata. TUHAN sudah membuat sinyal-sinyal akan kedatangan-NYA. Tugas kita bukanlah untuk mempertanyakan lagi apakah TUHAN beneran akan datang atau tidak, tetapi mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk kedatangan TUHAN. TUHAN itu Maha Sabar, benar, tetapi TUHAN tetap memegang teguh apa yang sudah dikatakan-NYA. DIA berjanji akan datang kembali menjemput kita, DIA akan tepati janji-NYA. 

 

TUHAN YESUS sudah janji,

DIA pasti ‘kan kembali,

Pertemuan di udara

Ooh, senang sekali….

 

Ary dan Ester Handoko

"Carilah TUHAN dan kekuatan-NYA, carilah wajah-NYA selalu !"

I Tawarikh 16 : 11 

Saudara yang terkasih ;

Sering kami didatangi jemaat, atau orang dari luar gereja yang minta konseling untuk menghadapi masalah mereka yang beraneka ragam. Kadang masalah yang ada sangat-sangat pelik, rasanya tidak mungkin seseorang keluar dari masalah sepelik itu. Tetapi puji TUHAN, sampai saat ini sepengetahuan kami, tidak ada satupun dari jemaat yang konseling itu tidak bisa mengatasi masalahnya, karena TUHAN menolongnya. Tentu saja denga catatan, bila mereka tetap setia, nurut sesuai apa maunya TUHAN, dan berlaku seperti yang disarankan counselor. Masalah boleh banyak menimpa kita, tetapi TUHAN selalu bukakan jalan bagi yang berharap kepada-NYA. Hampirilah DIA dengan DOA. Saat masalah begitu berat datang kepada kita, marilah kita berlutut dan berdoa. Tiada yang mustahil bagi TUHAN, sebab doa mengubah segala sesuatu….

 

Saat keadaan sek’lilingku, ada di luar kemampuanku

Ku berdiam diri mencari-MU, DOA mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku, mengecewakan perasaanku

Ku menutup mata memandang-MU, s’bab DOA mengubah segala sesuatu

DOA orang benar bila didoakan, dengan yakin besar kuasanya

Dan tiap DOA yang lahir dari iman, berkuasa menyelamatkan

S’perti batang air di tangan-MU, mengalir kemanapun KAU mau

Tiada yang mustahil di mata-MU, DOA mengubah segala sesuatu 

 

Ary dan Ester Handoko