Tetapi seperti ada tertulis :"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan ALLAH untuk mereka yang mengasihi DIA"

I Korintus 2 : 9 

Saudara yang terkasih ;

Sudah hampir 2 minggu berlalu sejak retreat gereja ke Trawas berlalu, tetapi hangatnya firman TUHAN dan sukacitanya diurapi serta merasakan hadirat TUHAN masih terasa sampai sekarang. Benar-benar suatu pesta rohani yang dahsyat! Luar biasa TUHAN bekerja dalam retreat tahun ini. Banyak hati-hati yang luka dipulihkan. Beberapa yang sedang sakit TUHAN sembuhkan. Bahkan sakit penyakit yang tersembunyi, yang tidak diperhitungkan dengan serius –tetapi sebenarnya serius - dan itu TUHAN tahu dan beri kesembuhan. Banyak juga kepahitan hati yang dipendam dalam-dalam, TUHAN singkapkan dan pulihkan. Beberapa keragu-raguan serta keinginan terdalam yang masih berupa angan-angan pun, TUHAN tahu, serta berikan jawaban. Betapa hebatnya ENGKAU, TUHAN ALLAH kami yang luar biasa !

Dari sejak agenda retreat dicanangkan, pendoa syafaat sudah berdoa dengan sungguh buat acara ini. Dengan panitia sederhana yang ada, puji TUHAN retreat boleh berlangsung dengan penuh berkat TUHAN. Tanpa diminta, para jemaat yang ikut serta memberikan kesaksiannya kepada sesama jemaat yang lain, bagaimana mereka dijamah TUHAN dan TUHAN tolong secara ajaib. Sesungguhnya sangat benarlah ayat yang sering kita dengar itu, bahwa : apa yang tidak pernah kita pikirkan, tidak pernah kita rencanakan, tidak pernah terlintas di dalam otak kita, bahkan mimpi pun kita tidak berani…. itulah yang disediakan TUHAN untuk kita ! 

Saudara, tahun depan kita akan adakan retreat lagi, tapi tahun depan adalah retreat khusus untuk kaum muda. Namun buat saudara yang rindu ikut, berdoalah, siapa tahu dibuka kesempatan untuk jemaat dewasa boleh ikut juga. Sebab urapan-NYA dan hadirat-NYA memang sungguh kita perlukan. Penyertaan dan anugerah-NYA sungguh kita rindukan…. 

 

Setiap langkahku ada di mata-MU,

KAU yang atur berjejakkan anug’rah,

Tak KAU biarkan ku jalan sendiri,

Percayaku sepenuhnya di dalam-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Ketika raja telah menetap dirumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan,"Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut ALLAH diam di bawah tenda"

II Samuel 7 : 1 - 2

Saudara yang terkasih ;

Seorang gadis muda yang kami kenal sedang sibuk membuat prakarya. Dia sedang membuat hiasan dari kain flannel dan dibentuk dengan bentuk macam-macam. Nantinya hiasan itu akan dibikin menjadi gantungan kunci, dan rencananya akan diberikan kepada pemuda yang ia sukai. Dia berkata,” Saat saya sedang suka kepada seseorang (jatuh cinta), otomatis tangan saya ingin membuat sesuatu untuk dia. Saya ingin memberikan sesuatu sebagai tanda bahwa saya menyukainya.” 

Saudara, apa yang gadis ini lakukan, mengingatkan kami kepada raja Daud. Di saat hidupnya sudah mapan, dia tidak lagi harus berperang karena kerajaannya sudah kokoh oleh penyertaan TUHAN, dia selalu ingat akan TUHANnya. Bahkan ia ingat, bahwa tabut ALLAH belum mendapat tempat yang layak. Kecintaannya kepada TUHAN membuat ia terus bertanya dalam hatinya,”Apa lagi yang bisa aku lakukan untuk-MU, TUHAN?”  

Apakah kita pernah menanyakan hal yang sama, padahal mungkin saat itu kita sudah berbuat banyak untuk TUHAN ? Apa yang bisa aku lakukan, apa yang bisa aku kerjakan untuk ENGKAU, TUHAN? Adakah kita jatuh cinta terus, berulang-ulang, setiap hari, kepada TUHAN? Orang yang jatuh cinta, hatinya selalu rindu untuk melakukan sesuatu buat pasangannya. Orang yang cinta, tanpa disuruh pun dengan langkah dan tangan ringan, akan melayani TUHAN dengan ukuran sebaik mungkin yang bisa dia kerjakan. 

Saudara, marilah kita jatuh cinta dan jatuh cinta lagi kepada TUHAN. Caranya? Dekatlah pada-NYA, bacalah Firman-NYA, banyaklah berdoa, sebab disana kita akan berjumpa dengan DIA.

 

Tanganku kerja buat TUHAN,

Mulutku memuji Nama-NYA,

Kakiku berjalan cari jiwa,

Upahku besar di Sorga…

 

Ary dan Ester Handoko

Akan tetapi ALLAH menunjukkan kasih-NYA kepada kita, oleh karena KRISTUS telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa,

Roma 5 : 8

Saudara yang terkasih ;

Ada sebuah toko batik di mall, yang kami datangi akhir-akhir ini. Dari sejak pertama mencari barang, menanyakan kejelasan barangnya, jumlah barang yang dijual perpaket, sampai harganya, pegawai yang melayani melakukan kesalahan berkali-kali. Rupanya dia sendiri tidak menguasai bentuk dan macam barang yang dijual di tokonya. Bahkan di saat akan membayar di kasir, terjadi lagi kesalahan, karena tadinya dikatakan bahwa ada diskon 20% untuk barang yang kami beli, tetapi hampir saja dia menggesek kartu kredit kami tanpa memberikan diskon yang barusan dia katakan. Sempat merasa terganggu juga dengan pelayanan mereka, tetapi karena kasihan melihat tokonya yang sepi, dan pegawainya yang bertampang polos (mungkin baru mulai kerja beberapa hari), kami merasa kasihan serta tetap membeli barang tersebut. Mungkin kalau orang lain, bisa jadi jengkel dan segera angkat kaki dari toko itu. 

Saudara, di dalam menjalani kehidupan, rasanya tidak ada satu hari yang lewat tanpa kita bersalah di hadapan TUHAN. Mungkin  bukan berupa tindakan besar yang kita lakukan, seperti mencuri, berzina, judi, atau narkoba. Tetapi dosa-dosa kecil yang tidak kelihatan, seperti : berbohong sedikit, malas sedikit, ngrasani dalam hati sedikit, marah sedikit, menuduh sedikit…. Apapun itu, sedikit atau besar, tetap itu adalah kesalahan dan noda di hadapan TUHAN yang Maha Suci. Dibandingkan dengan pelayan toko batik yang kami ceritakan barusan, tidak beda jauh. Banyak kesalahan disana sini, kadang disengaja, kadang tidak. Dari hal itu, sesungguhnya kita sangat tidak layak untuk diangkat menjadi Anak Bapa. Tidak layak untuk ditebus dengan Darah YESUS yang begitu suci dan mulia. Tetapi toh, DIA melakukannya juga. Itu sudah terbukti lewat Paskah yang barusan kita rayakan bersama. Puji TUHAN untuk semua korban-NYA ! Puji TUHAN karena DIA tetap memegang janji-NYA menyelamatkan manusia dan tidak berubah karena melihat tindakan kita yang masih sering salah ! Puji TUHAN, DIA baik, sungguh baik !

 

ALLAH itu baik, sungguh baik bagiku,

Ditunjukkan-NYA kasih setia-NYA, 

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab nama TUHAN akan kuserukan : Berilah hormat kepada ALLAH kita, Gunung Batu, yang pekerjaan-NYA sempurna, karena segala jalan-NYA adil, ALLAH yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar DIA

Ulangan 32 : 3-4

Saudara yang terkasih ;

Seorang eks teman kuliah (dan sekarang masih berteman lewat facebook) memiliki seorang anak yang autis. Papahnya sendiri yang bilang bahwa kata dokter anaknya ini autis asperger. Itu adalah suatu kelainan, dimana si anak tidak akan bisa berkonsentrasi dengan baik terhadap banyak hal. Dia bisa jadi hyper aktif, bila makanannya tidak dijaga. Sebab seorang anak semacam ini harus berpantang dengan banyak makanan, terutama tepung dan makanan olahan seperti makanan kaleng, makanan instant, yang mengandung banyak pengawet dan gula. Dia susah sekali menangkap pelajaran, karena sulitnya berkonsetrasi itu. Dia suka mengamati lampu stopan di jalan, juga hobby melihat escalator naik dan turun di mall. Itu terjadi karena seorang anak autis akan suka melihat kepada hal-hal yang ritmenya berulang-ulang. Tetapi walaupun dia sangat kurang dalam pelajaran sekolah, dia sangat berbakat bermain musik. Sejak diperkenalkan dengan piano oleh ibunya semasa kecil, dengan mudah saja dia melahap not-not balok. Jika membaca not balok, sampai 3 kres atau 3 mol pun sangat mudah baginya, dilahap dan dimengerti dengan lancar. Oleh sebab itu, anak ini sekarang sering memenangkan lomba piano klasik di berbagai kesempatan. Luar biasa. 

Saudaraku, TUHAN itu Maha Adil. Bisa jadi seorang anak ada kekurangan atau cacat saat lahirnya, tetapi DIA memberi kelebihan di bidang lain, yang orang lain tidak miliki. Cerita di atas hanya salah satu contoh, bagaimana keadilan TUHAN. Seorang anak autis, sangat tidak mungkin mencapai nilai bagus di sekolahan, karena sangat terbatas daya tangkapnya. Tetapi dia ternyata sangat pandai menangkap not-not balok. Ada seorang anak autis lain yang sangat lemot menghafalkan pelajaran, tetapi sangat lihai menjumlah angka. Itulah kebesaran TUHAN. Bukan karena orang tuanya yang hebat, atau guru les pianonya yang hebat, tetapi semua semata-mata karena TUHAN. Di saat orang berkata,”Aku tidak mampu..”, TUHAN berkata,”AKU MAMPU…”. Kita mungkin berkata,”Aku tidak bisa..”, tetapi TUHAN berkata,”AKU BISA..” 

 

Di saat ku tak berdaya, kuasa-MU yang sempurna,

Ketika ku berdoa, mujizat itu nyata…

 

Ary dan Ester Handoko

Dan ketika TUHAN melihat janda itu, tergeraklah hati-NYA oleh belas kasihan, lalu IA berkata kepadanya :'Jangan menangis !' Sambil menghampiri usungan itu IA menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, IA berkata :'Hai anak muda, AKU berkata kepadamu, bangkitlah !'

Lukas 7 : 13 - 14

Saudara yang terkasih ;

Suatu saat YESUS sampai ke sebuah kota yang bernama Nain. Setibanya disitu, ada usungan orang mati yang sedang lewat. Rupanya yang mati itu adalah anak muda, anak satu-satunya seorang ibu yang sudah janda. Ibunya mengiringi usungan itu sambil menangis tiada henti. Melihat tangisan ibu janda itu, YESUS berbelas kasihan dan mendekatinya. Di saat itu pula YESUS membuat mujizat, anak yang sudah mati itu dipanggil-NYA dan dihidupkan-NYA hanya dengan satu perkataan :”Bangkitlah!” Betapa bersukacitanya ibu janda itu, serta merta kabar menghebohkan itu tersiar ke seluruh Yudea dan daerah di sekitarnya. 

Saudara, yang menarik untuk dicermati adalah, si ibu janda itu bahkan tidak tahu YESUS akan lewat disitu. Karena ia tidak tahu, maka ia pun tidak memanggil nama YESUS. Ia hanya menangis saja, tidak berseru-seru minta tolong kepada YESUS. Tetapi karena saat itu YESUS sedang berada di tempat itu, tangisannya menggerakkan hati YESUS untuk berbuat sesuatu. 

Saudara, YESUS selalu ada beserta kita. Walaupun tidak kelihatan, sama seperti yang disaksikan ibu janda itu, tetapi YESUS itu ada dekat ! DIA memperhatikan kita. Masalahnya, apakah kita bisa menarik perhatian-NYA sehingga DIA menoleh kepada kita, atau tidak. Kisah di atas mengajarkan, bahwa ketika kita hancur hati, tidak berharap kepada siapapun atau apapun yang lain, di saat YESUS dekat saja dengan kita, DIA PASTI MENOLONG KITA ! Tanpa perlu kita berteriak-teriak minta tolong. Tanpa perlu kita melakukan hal-hal 'ajaib' untuk menarik perhatian-NYA. Asal DIA ada dekat kita, pertolongan itu akan tiba !

Pastikan YESUS ada dekat kita, memperhatikan kita, dan menaruh belas kasihan kepada kita.  Itu saja kuncinya.

 

Hanya dekat ALLAH saja aku tenang,

Daripada-NYA lah kes’lamatanku…

 

Ary dan Ester Handoko