"Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa :'Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-KU dan hukum-KU'"

Keluaran 16 : 28

Saudara yang terkasih ;

Ada seorang teman kuliah anak kami di pendidikan theologia, dia seorang yang pandai dan bertitel. Bukan itu saja, satu kelebihannya adalah dia seorang yang pandai bahasa Aramaic. Bahasa Aramaic adalah salah satu bahasa sehari-hari di Israel yang dipergunakan di jaman YESUS hidup. Sewaktu YESUS berdoa di taman Getsemani itu, dia berdoa menggunakan bahasa itu. Seharusnya dengan kepandaian dia yang ‘diatas’ kepandaian teman-temannya itu, dia bisa menjadi orang yang lebih mengerti benar tentang Alkitab dan Firman TUHAN. Tetapi apa yang terjadi malah sebaliknya, dia menjadi seorang yang sering mempertanyakan kebenaran Alkitab, tidak percaya bahwa yang tertulis benar-benar seperti itu, meragukan firman TUHAN. Berita terakhir yang terdengar adalah dia mulai meninggalkan agama Kristen dan menjadi seorang atheis. Labelnya memang masih Kristen, tetapi pendapat-pendapatnya sudah berbeda dengan iman kristiani. Sangat disayangkan.

Saudara, firman TUHAN yang ada di Alkitab memang terkadang sulit kita mengerti. Banyak di antara kata-katanya yang mungkin menyebabkan kita bertanya-tanya apa arti yang sesungguhnya, karena TUHAN sering berbicara menggunakan banyak lambang, contoh, dan tanda-tanda alam. Apalagi kitab-kitab Perjanjian Lama (kecuali Mazmur) dan kitab para nabi-nabi. Bahasanya penuh nubuat dan sesuatu yang tidak terjangkau oleh otak kita sebab itu adalah perkataan illahi. TUHAN sudah menyediakan banyak sarana untuk kita belajar lebih dalam. Saudara bisa bertanya kepada hamba-hamba TUHAN, membaca banyak literatur atau buku-buku rohani yang ada. Tetapi yang terlebih penting, berdoalah sebelum dan sesudah membaca firman TUHAN. Minta ROH KUDUS sendiri yang menjelaskan kepadamu. Pasti DIA punya sejuta jalan untuk membuat firman itu menjadi gamblang untuk kita. 

Pelajarilah firman TUHAN selalu dengan cara yang benar, jalan pernah melenceng sedikit pun, jangan pernah berusaha mengartikan sendiri sekehendak hatimu, dan engkau akan diberkati karenanya ! 

 

Kurenungkan firman-MU siang dan malam,

Kupegang p"rintah-MU dan ku lakukan…

 

Ary dan Ester Handoko

Kata YESUS:"AKU datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta"

Yohanes 9 : 39

Saudara yang terkasih ;

Ada satu topik hukum yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan semua orang akhir-akhir ini, yaitu kasus vonis Jessica. Masyarakat Indonesia seperti terpecah menjadi 2, yang sebagian percaya bahwa Jessica memang bersalah sehingga patut menerima hukuman, yang sebagian lagi tidak percaya bahwa ia telah bersalah sehingga seharusnya bebas dari hukuman. Apapun kata semua orang, ternyata suara hakimlah yang paling menentukan. Baik orang membela mati-matian atau mengecam si terdakwa, tetap hakim yang menentukan. Apabila palu sang hakim sudah diketok, berarti vonis sudah dijatuhkan, dan semua wajib untuk menghormati apapun keputusan hakim. Puas atau tidak puas, suka atau tidak suka, tetaplah hakim berkuasa.

Saudara, kelak di masa akhir hidup kita, kita juga akan menghadapi Hari Penghakiman itu. Setiap kita satu demi satu akan menghadap kepada Hakim Agung itu. Dan DIA berkuasa sepenuhnya untuk memutuskan, apakah kita masih ke dalam bilangan orang yang menerima hadiah besar, atau ke dalam hukuman kekal. Seberapa besar reward, atau seberapa dahsyat punishment setiap manusia, DIA yang menentukan. Oleh sebab itu, takutlah akan Hakim yang Agung itu, TUHAN semesta alam. Bertindaklah sesuai penghormatan kita kepada-NYA. Pelajarilah kitab-NYA, jalanilah setiap perintah-NYA. Lakukanlah yang baik, berbuatlah sesuai firman-firman-NYA. Jangan pernah melenceng sedikitpun. Sebab IA melihat dan mencatat apa yang kita perbuat… 

 

Ajarku menghitung hari-hari

Bentuk dan sempurnakan hidupku

Ajarku hidup dalam kebenaran-MU

YESUS kunanti kedatangan-MU

Ku ingin setia sampai akhir

Selesaikan pertandingan hidupku

Bawa ku ke tempat dimana KAU ada

Tinggal bersama-MU s’lamanya…… 

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu IA berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk"

Markus 16 : 15

Saudara yang terkasih ;

Seorang dosen yang mengajar di perkuliahan anak kami memberikan tugas yang sangat amat banyak kepada mahasiswanya. Padahal mata kuliah yang diambil itu hanya 2 sks, tapi tugasnya luar biasa banyak. Ada kuis setiap kali pertemuan, ada diskusi di setiap kali pertemuan juga. Hasil diskusi harus dikumpulkan besoknya dan setelah itu mempresentasikan di depan kelas. Disuruh baca dan bikin resensi buku itu. Ada paper dengan referensi minimum  10 buku. Disuruh bikin bagan kotbah dan dikotbahkan. Ada proyek penginjilan, yaitu menginjili beberapa orang yang belum kenal YESUS dan membawa mereka kepada YESUS. Sebenarnya dari serangkaian tugas itu, mau ditambah 1 lagi oleh dosen tersebut, tapi setelah melalui negosiasi alot dengan siswanya yang protes, tidak jadi dibebankan kepada mahasiswa. Kami berkata, si dosen ini pasti ada unsur ‘balas dendam’, karena disaat dia menjadi mahasiswa, tugas dia begitu banyak diberi oleh dosennya. Dan ternyata benar, dia mengaku bahwa tugas dia dulu luar biasa, sampai pernah disuruh ngapalin kitab Ibrani nglotok di luar kepada setitikkomanya tidak  boleh meleset. 

Saudara, kita bersyukur, bahwa di saat YESUS ada di dunia ini DIA tidak memberikan begitu banyak tugas kepada kita seperti yang dilakukan dosen tersebut. Bahkan IA memberi kelegaan kepada yang datang kepada-NYA. Di saat IA terangkat ke Sorga, hanya satu tugas yang diberikan kepada murid-murid-NYA, yakni untuk memberitakan Injil kepada semua mahluk. Itu saja. DIA tidak berusaha ‘balas dendam’ dan menyuruh murid-NYA ikut tersalibkan sama seperti DIA. Semua sudah DIA selesaikan sendiri. Tugas bagian kita hanya mencari murid-murid yang baru bagi-NYA. Hanya itu saja. 

TUHAN adalah Dosen Terbaik yang kita punya. DIA selalu tahu kapasitas kita, dan DIA tidak pernah memberi kita tugas yang kita tak dapat menanggungnya…. 

 

Ary dan Ester Handoko

Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu

Matius 11 : 28

Saudara yang terkasih ;

Suatu kali sebuah HP yang kami miliki layarnya terasa hangat terus. Sudah berusaha didinginkan dengan berbagai cara, termasuk mendelete semua ‘sampah-sampah’ di file HP itu, tetapi tetap saja HP terasa hangat. Dicoba juga dengan mematikan HP langsung ‘mulai lagi’, alias ‘reset’. Ngga mempan juga. Terakhir, cara yang tradisional akhirnya kami tempuh juga, yaitu mematikan daya sama sekali selama beberapa menit. Kemudian menyalakannya kembali. Ternyata manjur, HP kembali ke normal. Tidak demam-demam lagi.

Saudara, bilamana hidup kita terasa menekan, rasanya tidak ada pertolongan dari manapun, bukankah hidup ini terasa ‘panas’ ? Saat kerjaan menumpuk, tidak ada istirahatnya, tagihan mengejar, kewajiban tiada habisnya, bukankah hati dan pikiran kita juga terasa ‘panas’? Kita terus stress, terus bekerja, terus berpikir, hanya diselingi dengan tidur beberapa jam di malam hari, ternyata tidak membantu. Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Belajar dari kasus HP yang panas di atas, ada saatnya memang kita harus retreat. Berhenti total dari semua pekerjaaan kita. Berhenti total dari semua yang kita pikirkan. Datang kepada TUHAN, di dalam DOA dan PENYEMBAHAN. Datang kepada DIA dengan hati yang tulus dan ‘ndlosor’ dengan kerinduan yang dalam, maka kita akan beroleh kelegaan dan jalan keluar. 

TUHAN itu Baik, manakala kita dengan sungguh-sungguh mencari-NYA, DIA selalu berkenan untuk ditemui. Masalahnya adalah, apakah kita mau datang kepada-NYA, mengadakan retreat untuk hanya bertemu dengan DIA selama beberapa jam, me’reset’ semua hal-hal yang membebani hidup kita dan meletakkannya di bawah kaki-NYA ?

 

DIA tahu semua yang terjadi

DIA tahu semua yang kau alami

Percayalah kepada-NYA

DIA tak pernah tinggalkan-MU

DIA tahu semua yang kau perlukan

DIA tahu semua yang kau rindukan

Percayalah kepada-NYA

Kau kan melihat DIA brikan kemenangan…

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan ALLAH, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil

Ibrani 5 : 12 - 13

Saudara yang terkasih ;

Baru beberapa bulan ini, oleh seorang Jemaat, kami diperkenalkan dengan seorang ibu tukang pijat yang sudah menjadi langganannya sejak lama. Rupanya ibu ini sudah cukup terkenal dengan profesi pijat memijatnya, buktinya dia punya pelanggan cukup banyak juga. Namun ada hal menarik dari cara pijatnya yang tidak mainstream atau biasa-biasa saja. Ibu pemijat ini, mempunyai senjata andalan selain pijatannya. Dia biasanya menggunakan semacam kerokan, untuk mengeluarkan angin dari sekujur tubuh ‘pasien’nya. Biasanya tanpa terkecuali dari punggung sampai dada, bahkan ke tangan dan kaki (kalau diperlukan) akan dikeroknya tanpa ampun. Apakah sakit? Tentu saja sakit, karena setelah itu tampak seluruh tubuh akan kemerahan semua terkena ‘hajaran’ kerokan sang ibu pijat. Tetapi bisa dirasakan setelahnya, seluruh tubuh akan merasa enteng dan sembuh dari segala rasa pegal serta masuk angin.

Saudara, kisah ibu pijat dan kerok ini mengingatkan kami akan ayat di atas. TUHAN berkata kepada kita, yang diperlukan kita sebagai jemaat dewasa seharusnya adalah makanan keras. Didikan keras. Apa artinya ? Yaitu firman yang berbobot, menegur, mengingatkan, membuat kita berbalik dari kejahatan. Bukan sekedar firman yang lembut serta meninabobokan. Firman yang berbicara tentang berkat memang perlu, tetapi firman yang strict, menegur dengan keras juga diperlukan untuk pertumbuhan rohani kita. Seperti kerokan ibu pijat tadi. Jika ia hanya memijat dengan lembut dan tidak dengan tenaga, jika dia tidak mengerok dengan keras, segala ‘angin bandel’ tidak akan musnah dari tubuh si sakit. Justru tindakan keras itu diperlukan, untuk menyembuhkan pasiennya. 

Saudara, bila suatu saat kita ditegur oleh firman, sanggupkah kita menerimanya dengan lapang dada ? Semuanya itu bekerja untuk kebaikan, untuk mendewasakan rohani kita. Menjadikan kita pengikut KRISTUS yang militan dan tahan uji. Terimalah segala firman yang diberikan, dan kita akan diberkati karenanya. 

 

Ary dan Ester Handoko