Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi

I Timotius 6 : 12 

Saudara yang terkasih ;

Di dalam beberapa kali kesempatan kami bepergian ke negeri orang, kami saksikan bahwa orang-orang disana suka berjalan dengan langkah-langkah yang cepat. Bahkan di eskalator atau tangga berjalan, ada aturan yang ditulis di lantainya, bahwa siapa yang menaikinya harus berdiri di sisi kanan. Tidak boleh di sisi kiri. Mengapa ? Karena ternyata, sisi kiri dikhususkan buat orang-orang yang ingin berjalan lebih cepat. Bayangkan bahwa naik eskalatornya saja sudah lebih cepat daripada jalan kaki naik tangga. Itupun masih kurang cepat. Dan itu terbukti dari banyaknya orang yang mendahului kami. Berjalan (atau malah berlari) diatas eskalator. Baik naik maupun turun. Awalnya agak membingungkan juga aturan ini karena kebiasaan kalau di negeri kita mau berdiri di sisi manapun dari eskalator sah-sah saja. Sempat beberapa kali salah posisi. Tetapi setelah beberapa hari, peraturan naik eskalator ini sudah menjadi kebiasaan. 

Saudara, Alkitab beberapa kali menyebutkan soal pertandingan iman. Pertandingan rohani. Di dalam masa menjalani hidup ini, ternyata kita tidak boleh santai-santai saja jika kita ingin mendapat penghargaan khusus dari TUHAN. Kita tidak boleh seperti pengguna eskalator yang hanya berdiri di posisi ‘sebelah kanan’. Seharusnya kita harus berjalan lebih cepat, artinya : melayani lebih baik dan lebih baik lagi. Memacu diri untuk berbuat yang terbaik buat TUHAN. Tidak bisa lagi ‘mengalir saja apa adanya’, tetapi ingin terus maju, berkembang, dan menyenangkan hati TUHAN dengan kemampuan terbaik yang kita miliki.

Prinsip eskalator ‘berdiri di sebelah kiri’, itulah yang harusnya kita miliki. Jangan hanya berhenti dan melamun ‘di sebelah kanan’. Tahun 2016 sebentar lagi kita lewati. Apakah kita akan terus berkarya dengan cara biasa-biasa saja, atau berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kita ? 

 

 If you're doing your best, 

you won’t have time to worry about failure

 

Ary dan Ester Handoko

IA yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman :"Ya, AKU datang segera !" Amin, datanglah, TUHAN YESUS

Wahyu 22 : 20

Saudara yang terkasih ;

Saudara tahu Cak Lontong kan? Dia adalah seorang comedian yang cukup terkenal akhir-akhir ini. Salah satu joke nya berbunyi demikian :’ Saya ini sabar. Banyak orang tidak sabar. Tapi saya ini sabar. Guru saya nggak sabar. Saya masuk sekolah jam 8 dia marah-marah. Dia nggak sabar nunggu saya dari jam 7 pagi. Jadinya waktu saya datang, saya diusir pulang. Lho, salah saya apa? Kan saya sabar, jam 8 baru berangkat. Terus pas ulangan, tiba-tiba dia bilang suruh ngumpulin ke depan. Lha kan saya belum selesai. Eh, dia maksa menarik kertas saya. Dia nggak sabar nunggu saya. Padahal saya sabar…..’ . Itu joke Cak Lontong tentang kesabaran. Tapi tentu saja itu hanya guyonan, sebab yang dimaksud dengan sabar bukanlah seperti itu…

Saudara, guyonan Cak Lontong itu mengingatkan kami akan omongan orang-orang dunia tentang akhir zaman. Kita anak-anak TUHAN sering berkata,’ Wah, bersiaplah, TUHAN sudah dekat. TUHAN sudah mau datang…’ tetapi mereka menyangkal dengan berkata, ’Mana, katanya TUHAN mau datang, buktinya sampai sekarang nggak datang-datang juga. TUHAN kan sabar, mungkin TUHAN beneran mau datang, tapi masih luamaa.’ Mereka mempermainkan kesabaran TUHAN. Mereka menganggap TUHAN itu tidak beneran akan datang kelak, ataupun kalau datang, tidak di jaman kita sekarang ini. 

Saudara, jangan terlena dengan kesibukan dunia ini. Ini sudah benar-benar akhir jaman. TUHAN sudah begitu dekat. Tanda-tanda-NYA sudah semakin nyata. TUHAN sudah membuat sinyal-sinyal akan kedatangan-NYA. Tugas kita bukanlah untuk mempertanyakan lagi apakah TUHAN beneran akan datang atau tidak, tetapi mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk kedatangan TUHAN. TUHAN itu Maha Sabar, benar, tetapi TUHAN tetap memegang teguh apa yang sudah dikatakan-NYA. DIA berjanji akan datang kembali menjemput kita, DIA akan tepati janji-NYA. 

 

TUHAN YESUS sudah janji,

DIA pasti ‘kan kembali,

Pertemuan di udara

Ooh, senang sekali….

 

Ary dan Ester Handoko

"Carilah TUHAN dan kekuatan-NYA, carilah wajah-NYA selalu !"

I Tawarikh 16 : 11 

Saudara yang terkasih ;

Sering kami didatangi jemaat, atau orang dari luar gereja yang minta konseling untuk menghadapi masalah mereka yang beraneka ragam. Kadang masalah yang ada sangat-sangat pelik, rasanya tidak mungkin seseorang keluar dari masalah sepelik itu. Tetapi puji TUHAN, sampai saat ini sepengetahuan kami, tidak ada satupun dari jemaat yang konseling itu tidak bisa mengatasi masalahnya, karena TUHAN menolongnya. Tentu saja denga catatan, bila mereka tetap setia, nurut sesuai apa maunya TUHAN, dan berlaku seperti yang disarankan counselor. Masalah boleh banyak menimpa kita, tetapi TUHAN selalu bukakan jalan bagi yang berharap kepada-NYA. Hampirilah DIA dengan DOA. Saat masalah begitu berat datang kepada kita, marilah kita berlutut dan berdoa. Tiada yang mustahil bagi TUHAN, sebab doa mengubah segala sesuatu….

 

Saat keadaan sek’lilingku, ada di luar kemampuanku

Ku berdiam diri mencari-MU, DOA mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku, mengecewakan perasaanku

Ku menutup mata memandang-MU, s’bab DOA mengubah segala sesuatu

DOA orang benar bila didoakan, dengan yakin besar kuasanya

Dan tiap DOA yang lahir dari iman, berkuasa menyelamatkan

S’perti batang air di tangan-MU, mengalir kemanapun KAU mau

Tiada yang mustahil di mata-MU, DOA mengubah segala sesuatu 

 

Ary dan Ester Handoko

Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian ? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun AKU berkata kepadamu : Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu"

Matius 6 : 28 - 29

Saudara yang terkasih ;

Ketika kami pindah ke rumah yang sekarang kami tempati, ada banyak pohon dan tanaman yang pemilik lama tanam di halaman depan maupun di taman dalam rumah. Tetapi karena alasan kebersihan, semua tanaman itu harus dilenyapkan tanpa sisa. Namun keinginan untuk memiliki ‘sesuatu yang hijau-hijau dan sedap dipandang’ masih terbersit dalam hati. Oleh sebab itu.ketika gereja Babatan juga mengadakan pemotongan habis semua tanaman di sekeliling pagar luar gereja.supaya bisa untuk tempat parkir.kami mengambil satu pohon yang ada bunganya berwarna pink untuk ditanam didepan rumah. Dan sejak pohon itu ditanam sampai sekarang.pohon itu tak henti-hentinya mengeluarkan bunga dan bunganya begitu lebat. Indah dipandang mata.

Saudara.keindahan sebatang pohon dengan bunganya yang selalu bersemi mengingatkan kami akan ayat tentang bunga bakung yang disebut-sebut oleh YESUS, seperti di Matius 6. TUHAN mendandani semua tanaman di bumi ini dengan begitu indah, bahkan katanya Salomo pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Kami suka dengan kata ‘mendandani’. Orang yang mendandani, tentu akan membuat yang didandani menjadi lebih indah, jauh lebih indah daripada sebelumnya. Dan itulah yang TUHAN sudah lakukan untuk bunga-bunga itu. 

Pandanglah keindahan bunga-bunga di sekeliling kita, dan yakinilah, bahwa TUHAN akan menata hidup kita jauh lebih indah daripada keindahan bunga-bunga itu. Asal kita berjalan lurus di hadapan-NYA, serta -sekali lagi- tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Jangan kuatir, kata TUHAN, DIA jauh lebih cinta kepada saudara daripada kepada segala ciptaan-NYA yang lain.  

 

DIA tahu semua yang kau perlukan,

DIA tahu semua yang kau rindukan,

Percayalah kepada-NYA,

Kau kan melihat DIA b’rikan kemenangan

 

Ary dan Ester Handoko

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum. Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum

Amsal 11 : 24 - 26

Saudara yang terkasih ;

Suatu kali kami bertemu dengan seorang teman dan kemudian makan bersama. Di saat makan itu dia tiba-tiba, ”Menurutmu, gimana sih si A?” Kami diam dengan pertanyaan itu, lalu tiba-tiba dia sambung lagi, ”..dia pelit yah..” Kami hanya bisa tertawa basa-basi mendengar ungkapan hatinya ini, karena yang dikatakannya itu memang benar adanya. Cerita tentang si A kami tidak perpanjangkan, hanya sampai disini saja, karena memang tidak ada lagi yang bisa diceritakan tentang dia. 

Di pihak lain, kami kenal seorang yang berasal dari gereja lain di luar kota. Setiap hari ibadah (Minggu pagi), tiap dia berangkat ke gereja, bawaannya begitu banyak seperti orang mau buka lapak. Selain tas baby untuk keperluan anaknya yang kecil, dia bawa juga snack-snack untuk dibagikan di sekolah minggu. Selain itu dia bawakan makanan dan minuman untuk merayakan jemaat yang ulang tahun hari itu. Gereja yang ia layani adalah gereja yang masih kecil sehingga setiap ada yang ulang tahun, dirayakan dengan makan-makan sehabis kebaktian. Dan dia yang siapkan makanan besarnya. Yang ulang tahun kalau tidak membawa makanan pun, tidak apa-apa. Atau mereka hanya bawa buahnya atau snacknya saja. Semuanya itu dia lakukan tanpa pamrih dan mengeluh. Soal perpuluhan, dana pembangunan dan lain-lain dia berikan pas dengan tidak menahan-nahan sebagian atau membaginya sendiri untuk hal-hal lain. Dan hal itu masih berjalan sampai hari ini. Ketika gerejanya membuka cabang di luar kota, 2 minggu sekali mereka berangkat pergi siang dan pulang malam hari untuk melayani cabang itu. Luar biasa…

Saudara, ada 2 cerita berbeda di atas. Dan seperti apakah kita mau dikenal dan dikenang ? Seperti cerita pertama tentang orang yang dibilang pelit, atau seperti cerita kedua, orang yang kemurahan hatinya dilihat oleh sekelilingnya ? Ayat kita diatas jelas sekali mengatakan : ‘ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya.’ Dan sambungannya : ‘berkat turun ke kepala orang yang menjual gandum..’. Maksud dari menjual gandum ini adalah dia menjual gandum dengan tidak menahan-nahan dan tidak ditimbun untuk kemudian dijual dengan harga mencekik leher. Pemberian dengan tulus, dengan hati lapang, dengan sukacita. Orang-orang demikianlah yang disukai oleh TUHAN.  Dan percayalah, bagi orang yang murah hati, berkat itu disediakan limpah, tidak akan pernah kekurangan, juga dilimpahi sukacita dan damai sejahtera sebagai bonus tambahannya. 

 

Jadilah orang yang murah hati, 

maka TUHAN pun akan bermurah hati kepada kita  

 

Ary dan Ester Handoko