YESUS berkata :"Ya BAPA, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-NYA

Lukas 23 : 34

Saudara yang terkasih ;

Aneka perayaan Paskah baru saja berakhir. Tetapi gempitanya masih kita rasakan sampai sekarang. Kadang, karena aneka kesibukan yang kita lakukan, kita lupa, bahwa di balik gempita Paskah ada hal-hal dahsyat yang sudah TUHAN lakukan untuk kita. Marilah kita mengingat ulang sejenak akan peristiwa itu …

 

Di balik gempita Paskah, ada tangan yang tertusuk paku..

Di balik gempita Paskah, ada kepala yang dihunjam oleh makota duri…

Di balik gempita Paskah, ada kaki yang dipaku di kayu salib yang kasar…

Di balik gempita Paskah, ada pipi yang merah dan kasar karena ditampar oleh para prajurit…

Di balik gempita Paskah, ada punggung yang hancur didera cambuk penuh duri…

Di balik gempita Paskah, ada lambung yang berlubang ditusuk lembing prajurit Romawi… 

Di balik gempita Paskah, ada mata yang dengan sedih melihat manusia yang penuh dosa…

Di balik gempita Paskah, ada tubuh yang telanjang karena jubahnya dirampas oleh para prajurit..

Di balik gempita Paskah, ada hati yang penuh belas kasihan terhadap seluruh isi bumi….

Di balik gempita Paskah, 

… ada doa yang terucap memohon ampunan buat saudara dan saya….

 

Ary dan Ester Handoko

Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi – demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia, sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami

Yesaya 52:14 - 15

Saudara yang terkasih ;

Pada saat almarhum mama kami yang terkasih berpulang, dan papa masih ada, dalam kesedihan yang mendalam dia berulang kali berkata :”Apakah ini salah? Rasanya ada yang salah… Ada yang salah dalam urutan panggilan..,harusnya aku dulu yang mati…bukan dia…” Begitu berulang-ulang dikatakannya. Sebab sewaktu mereka berdua masih hidup, sering papa memesankan kepada mama apa-apa yang harus ia lakukan jikalau papa dipanggil pulang lebih dahulu oleh TUHAN. Tetapi ternyata, kenyataan berbicara lain….

Saudara, ketika YESUS terpaku di kayu salib, tanpa daya, sepertinya tidak bisa membebaskan Diri-NYA sendiri dari siksa salib, semua murid, juga para wanita yang mengiringNYA, bertanya-tanya dalam hati : Apakah ada yang salah ? Apakah DIA bukan Messias yang dijanjikan itu ? Apakah ALLAH salah mengutus YESUS ? Apakah keputusan YESUS untuk menerima salib itu juga keliru ? Pastinya ada yang tidak benar dalam skenario ini. Harusnya endingnya seperti cerita-cerita heroik pada umumnya, bahwa semuanya akan berakhir bahagia. Sang Juru Selamat akan menang dengan mudah dan para lawan akan ditaklukkan tanpa banyak kesulitan. Apakah ada yang salah ?

Saudara, tidak ada yang salah dalam keputusan ALLAH. Ketika semua penghuni Sorga terdiam melihat penderitaan YESUS, dan bumi pun tergugu melihat begitu berat penderitaan yang harus IA alami, saat itulah sesungguhnya kemenangan sudah di tangan YESUS. Sebab di saat yang sama, iblis terhenyak melihat ADA SESEORANG yang RELA MENYERAHKAN NYAWA-NYA ganti dosa seluruh umat manusia ! Tanpa banyak tepuk tangan, YESUS telah meraih kemenangan itu !

Tidak ada yang salah dalam peristiwa kematian YESUS, karena semuanya sesuai dengan rencana agung ALLAH…. 

Tidak ada yang salah, bila YESUS disalibkan, sebab hanya dengan cara itulah kita bisa menerima DIA sebagai Juru Selamat…. 

 

Selamat merayakan Paskah, 

kemenangan YESUS di atas kayu salib, 

adalah juga kemenangan kita semua

 

Ary dan Ester Handoko

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan ALLAH dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki YESUS dan mengucap syukur kepada-NYA. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu YESUS berkata:"Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan ALLAH selain daripada orang asing ini ?"

Lukas 17 : 15-18

Saudara yang terkasih ;

Ketika seorang rektor universitas sedang memberikan kata sambutan di sebuah acara wisuda, dia selalu mengawali kata-katanya dengan memberi penekanan kepada satu pertanyaan besar kepada para wisudawan hari itu. Pertanyaan besar itu berbunyi :”What next?” yang artinya : Setelah ini, apa yang akan kau lakukan? Lulus kuliah adalah satu sukacita besar, tetapi segera setelah itu, akan muncul tantangan baru : apa yang akan kau lakukan?

Saudara, betapa banyaknya mujizat dan pertolongan yang TUHAN beri di sepanjang hidup kita. Contoh yang paling akhir di Gereja kita adalah : banyak kesembuhan, kelepasan dari TUHAN, dan jawaban atau segala masalah, terjadi saat KKR yang baru lalu. Namun pertanyaannya adalah : setelah menerima semua itu, apa yang akan kita lakukan? Merasa lega dan sukacita, lalu menjalani hari-hari kita dengan biasa saja seperti hari-hari yang lalu, atau duduk, berdoa, mengucap syukur sebanyak-banyaknya dan berjanji memberikan yang terbaik untuk TUHAN? Menerima kesembuhan dan segera melupakannya, atau menaikkan ucapan syukur setinggi-tingginya kepada TUHAN? Belum lagi, apakah yang sudah kita berikan kepada hamba TUHAN yang menjadi saluran berkat untuk kita sebagai ucapan terima kasih kepadanya atas doa-doa yang ia panjatkan ? 

TUHAN sudah banyak mengingatkan kita untuk menjadi murid KRISTUS yang pandai mengucap syukur. YESUS sendiri menanyakan kepada seorang kusta yang telah sembuh, kemanakah 9 orang temannya yang lain, yang juga telah sembuh itu? Mengapa hanya ada 1 orang yang kembali dan tersungkur di depan kaki YESUS? 

Jadilah anak-anak TUHAN yang tahu berterima kasih, tahu mengucap syukur dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada TUHAN yang telah menolong kita semua… 

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu IA berkata lagi :"Camkanlah apa yang kamu dengar ! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu"

Markus 4 : 24

Saudara yang terkasih ;

Ada seorang teman anak kami yang bekerja sebagai dosen di luar kota. Sementara ia bekerja itu, dia hidup sebagai anak kos-kos an yang super ngirit, makan seadanya, pergi ke tempat kerja atau universitas tempat dia mengajar hanya dengan berjalan kaki atau naik sepeda untuk menghemat biaya transportasi. Dengan gaya hidup seperti itu dan gaji seorang dosen universitas ternama di ibukota, tentunya ada uang yang bisa ditabung, dan jumlahnya tidak sedikit. Begitu awal pemikiran anak kami. Tetapi ternyata, seorang yang kenal dekat dengan teman tadi bercerita, bahwa sebagian besar sisa gaji dosen ini ( setelah dipotong biaya sehari-hari selama sebulan), dikirimkan kepada orang tuanya di kampung halaman. Jadi dia sendiri tidak memegang uang banyak. Bagian terbesar diberikan kepada orang tuanya. Betapa mulia ternyata hatinya, mau menyisihkan uang gajinya untuk diberikan kepada orang tua tercinta di kampung. 

Saudara, kita tidak bisa menjudge atau mendakwa seseorang hanya dari yang kelihatan di luar saja. Apa yang nampaknya seperti indah, belum tentu benar-benar indah. Namun sebaliknya, apa yang nampaknya buruk, belum tentu di dalamnya juga buruk. Kasus cerita anak teman kami di atas salah satunya. Awalnya kami pikir dia agak keterlaluan juga pelitnya, bahkan untuk dirinya sendiri pun tidak dia pikirkan. Makanan yang sedikit mahal tidak dibelinya, begitu pula dengan baju dan lain-lain keperluan yang sifatnya konsumtif. Tetapi ternyata, dia punya hati luar biasa yang sangat mencintai orangtuanya.  

Marilah kita tidak dengan mudah mencap seseorang, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lebih jauh lagi, kita juga tidak tahu apa yang dia pikirkan atau rasakan. Ayat di atas kiranya menjadi peringatan buat kita semua. Amin…  

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi TUHAN ALLAH memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya :"Dimanakah engkau?"

Kejadian 3 : 9

Saudara yang terkasih ;

Teman anak kami yang pertama, baru saja diwisuda. Padahal anak kami sendiri sudah wisuda beberapa tahun yang lalu. Bukan itu saja, sebenarnya dia juga berasal dari angkatan yang lebih tua dari dia. Jadi sudah sekitar 7-8 tahun dia kuliah, baru lulus sekarang. Dia tersendat di perkuliahan karena dulu dia menderita sakit lupus, sehingga tidak bisa mengikuti kuliah dengan lancar. Dan dia baru bercerita akhir-akhir ini, bahwa dia sembuh setelah pernah diajak anak kami itu untuk menghadiri KKR di gereja kita beberapa tahun yang lampau. Puji TUHAN !

Saudara, TUHAN masih bekerja dengan dahsyat, sampai saat ini. dan secara berkala DIA datang mencari kita untuk memberikan berkat. Berkat itu bisa datang lewat apa saja, termasuk acara KKR yang diadakan di gereja kita. Kita tidak akan pernah tahu, kapan Jamahan-NYA datang. Oleh sebab itu, janganlah tolak hadirat-NYA, atau berusaha menghindar karena takut. Di dalam kitab Kejadian, ada cerita tentang Adam yang bersembunyi setelah berbuat dosa. Tetapi BAPA dengan kasih-NYA memanggil Adam kembali, bahkan memberikan keselamatan kekal kepada Adam. Luar biasa Kasih TUHAN kepada kita. Bilamana IA hadir, selalu IA hadir dengan Kuasa dan Berkat luar biasa. Berbahagialah kita yang dipilih-NYA dan dilayakkan untuk menerima semuanya ini. 

 

Hadirat-MU, hadirat-MU sungguh indah

Hadirat-MU, hadirat-MU, sungguh mulia 

Kurindukan selalu di hidupku

Diam selalu di dalam hadirat-MU

 

Ary dan Ester Handoko