Lalu YESUS naik ke dalam perahu dan murid-murid-NYA pun mengikuti-NYA. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi YESUS tidur. Maka datanglah murid-murid-NYA membangunkan DIA, katanya :"TUHAN, tolonglah, kita binasa." IA berkata kepada mereka :"Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah YESUS menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali

Matius 8 : 23 – 26

Saudara yang terkasih ;

Sengaja ayat emas di atas kami tuliskan agak panjang kali ini, karena kami ingin mengingatkan kita semua tentang frame cerita soal angin ribut di danau itu dengan komplit, supaya kita mendapat gambaran lengkap tentang apa yang terjadi saat itu. Semakin dibaca ulang, semakin kami sadar, kalaupun saat itu kita ada bersama para murid itu, kita pun akan berlaku sama paniknya (atau bahkan lebih parah lagi ). Perhatikan bahwa di dalam kitab Lukas dijelaskan lebih rinci lagi : air mulai masuk ke dalam perahu ! Perahu itu sudah dalam keadaan ‘mengerikan’ karena hampir tenggelam ! Bukan saja ‘hanya diombang-ambing’ oleh angin besar, tapi sudah hampir karam! Tetapi begitupun di saat YESUS bangun, IA menegur murid-murid dengan berkata,”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ?” 

Saudara, kita belajar lagi hari ini bahwa TUHAN bergerak dalam timing-NYA / waktu-NYA. Apapun yang terjadi, sepanik apapun keadaan yang ada, jika TUHAN belum bergerak, kita hanya bisa menegakkan iman percaya kita dan menantikan mujizat-NYA. Tetapi percayalah, seperti juga kisah ‘murid-murid di dalam perahu’ itu berakhir happy ending, penantian kita akan pertolongan TUHAN atas semua masalah kita pun pasti akan berakhir dengan ending yang sama. TUHAN pasti akan menolong kita! Hanya saja DIA akan bergerak dalam waktu-NYA. Dan di saat menunggu waktu-NYA tiba itu, IA ingin kita terus beriman pada-NYA. Oleh sebab itu kadang IA seperti ‘membiarkan’ gelombang besar itu datang menerpa, supaya : kita berharap 100% pada-NYA !

     

Ku yakin, percaya, 

ada waktu-NYA TUHAN

Semua kan indah pada waktu-NYA…

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan ALLAH, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala

Wahyu 8 : 2

Saudara yang terkasih ;

Ini adalah jaman akhir. Tanda-tandanya sudah begitu jelas terlihat. Seorang hamba TUHAN yang sering mendapat penglihatan, pada suatu kali saat ia berdoa, ia melihat bahwa di balik awan-awan, terompet itu itu sudah terus menerus ditiup. Kata beliau, bentuk terompetnya panjang-panjang, dan ujungnya seperti menyentuh ke lantai saking panjangnya. Sebenarnya bunyi tiupan terompet itu ada nadanya, ada lagunya, ia menangkap lagu itu dan mendengarnya dengan jelas. Sayang, bahwa ketika ia kembali ke bumi setelah berdoa, ingatan tentang lagu apakah yang dinyanyikan oleh terompet-terompet itu dihapus oleh TUHAN. Penglihatan tentang terompet Surga yang telah ditiup itu terlalu kudus, sehingga hanya sebagian memory saja yang TUHAN berikan kepadanya, sehingga hal ini bisa diceritakan kepada orang-orang untuk menjadi peringatan bahwa : kedatangan TUHAN sudah AMAT DEKAT !

Saudara, jika ini adalah akhir jaman, maka rasanya sekarang bukan waktunya lagi untuk memikirkan hal-hal remeh seperti : sakit hati, kekecewaan, rasa tidak terima, mempertanyakan keberadaan TUHAN, bermalas-malas datang beribadah, dan lain-lain perkara yang tidak TUHAN sukai. Sekarang adalah waktunya bagi kita untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya menyambut kedatangan-NYA, berlomba-lomba menyenangkan hati-NYA, sungguh-sungguh bertobat, memperbaiki neraca kehidupan kita supaya pada saat kita ditimbang kita berkenan kepada-NYA. Persiapkan diri kita sebaik-baiknya, kedatangan TUHAN sudah dekat. Sekali lagi, kedatangan TUHAN sudah AMAT DEKAT….. 

 

IA yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman :

"Ya, AKU datang segera !" 

Amin, datanglah, TUHAN YESUS ! Wahyu 22 : 20

 

Ary dan Ester Handoko

Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada TUHAN. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji TUHAN dengan ucapan :’Sebab IA baik ! Bahawasanya untuk selama-lamanya kasih setia-NYA.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah TUHAN, dipenuhi awan, sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah ALLAH

II Tawarikh 5 : 13 - 14

Saudara yang terkasih ;

Oleh karena sekarang ada yang namanya WA yang bisa di download di hp yang ada, maka bermunculanlah group-group, terutama group-group reuni dengan teman sekolah jaman SD sampai kuliah. Di dalam grup WA kami yang terdiri dari teman SMA, ada seorang teman yang dahulu terkenal galak dan tersinggungan. Sebetulnya hatinya baik, tetapi kalau ada seorang teman yang menggoda dia, dan pas kebetulan hatinya lagi ngga enak, dia bisa marah besar, sampai muka dan kupingnya merah, seperti darah naik semua ke atas kepalanya. Memang kulit dia putih, sehingga warna merah di mukanya akan sangat jelas terlihat. Bila sudah begitu, dia akan pulang dengan langkah besar-besar tanpa menoleh lagi. Semua itu bisa terjadi, karena latar belakang keluarganya yang kurang harmonis, sehingga kadang suasana di rumah terbawa juga di sekolah. 

Tetapi setelah puluhan tahun tidak ketemu dan sekarang kami bertemu lagi di grup WA ini, dia ternyata sudah banyak berubah. Mukanya terlihat ceria, dan dia punya keluarga yang bahagia. Akhirnya dia bercerita, bahwa perubahan itu terjadi setelah beberapa tahun lalu dia mulai belajar mengucap syukur. Ia belajar mensyukuri apapun yang terjadi dalam hidupnya, mensyukuri setiap berkat yang ia nikmati. Sepertinya resep dari dia ini sederhana ya? Bahkan terdengar klise. Tetapi buktinya, ucapan syukur itu sangat manjur. Bahkan dia berkata : sebenarnya kita bisa menikmati Sorga sejak kita masih ada di dunia ini, yaitu dengan BERSYUKUR !

Saudara, di dalam Alkitab, ada kisah tentang bangsa Israel yang bersama-sama mengucap syukur dengan puji-pujian dan aneka alat musik yang mereka miliki, yaitu ketika Salomo mentahbiskan Bait Suci. Akibat dari ucapan syukur yang mereka naikkan, kemuliaan ALLAH melingkupi tempat itu, sehingga para imam-imam yang menyelenggarakan kebaktian tidak ada yang tahan berdiri ! Sungguh, suasana Sorga dapat dirasakan, di saat ucapan syukur itu dinaikkan !

Menjejaki bulan pertama tahun 2017 ini, resep sederhana yang selalu manjur di setiap waktu ini kembali kami dengungkan : Naikkanlah ucapan syukurmu, maka TUHAN akan memberkatimu. Lakukanlah, dan saudara bisa merasakan Sorga itu turun di tengah-tengah keluargamu. 

Segala puji syukur bagi-MU 

kutinggikan Nama-MU selalu

Kemuliaan hanya bagi-MU

Terpujilah Nama-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi apabila dia berkata kepadamu : Aku tidak mau keluar meninggalkan engkau, karena ia mengasihi engkau dan keluargamu, sebab baik keadaannya padamu, maka engkau harus mengambil sebuah penusuk dan menindik telinganya pada pintu, sehingga ia menjadi budakmu untuk selama-lamanya. Demikian juga kauperbuat kepada budakmu perempuan

Ulangan 15 : 16 - 17

Saudara yang terkasih ;

Ayat emas di atas adalah salah satu ayat yang kami sukai. Memang awalnya dulu, waktu kami membaca ayat tersebut, ada terselip rasa heran, mengapa ada budak yang mau menyerahkan diri seumur hidup kepada satu tuan? Bahkan sampai ia rela ditindik sebagai tandanya? Bukankah melepaskan diri dari tuannya dan menjadi orang merdeka jauh lebih enak dan bebas? Tetapi saat ini kami mengerti, bahwa memperhamba kepada satu tuan yang baik, jauh lebih bahagia dan ‘selamat’ daripada melemparkan diri sebagai orang merdeka di dunia yang jahat. Bila dia keluar sebagai orang merdeka, bisa jadi dia akan kembali ditangkap dan dijual menjadi budak, tetapi kali ini dia terpaksa diperhamba oleh tuan yang jahat. Itu akan sangat mengerikan.

Saudara, melihat keadaan dunia yang semakin tidak bertambah baik ini, memperhambakan diri kepada TUHAN yang MAHA KUASA dan MAHA BAIK, yaitu TUHAN YESUS, adalah satu keputusan yang terbaik yang bisa kita ambil. Membiarkan diri kita ‘ditindik’ atau menerima baptisan air sebagai tanda penundukan diri sepenuhnya kepada DIA, adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan. Alangkah lebih sukacita berada dalam perlindungan tangan TUHAN kita yang baik itu. Dunia begitu jahat. Apa yang nampaknya gemerlap itu sesungguhnya tidak seperti yang kelihatan. Dibalik segala gemerlapnya dunia, tersimpan jebakan iblis yang mengerikan.    

Saudara, pilihan tersedia bagi kita semua. Maukah kita ‘ditindik’ sebagai bukti ketaatan dan perhambaan kita seumur hidup kepada TUHAN, atau mau hidup sebagai orang merdeka di luar sana, yang tidak tahu arah kemana akhir tujuan hidup mereka ? 

 

Kau TUHAN adalah BAPAku

Yang sangat menyayangiku

Tak pernah sekalipun ku dapati

KAU sakiti hatiku

KAU TUHAN adalah BAPAku

S’lalu memperhatikanku

Tak ada alasan ku ragu-ragu

Tuk serahkan hatiku kepada-MU

 

Ary dan Ester Handoko

Kamu akan KUberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan KUberikan kepadamu hati yang taat

Yehezkiel 36 : 26

Saudara yang terkasih ;

Setiap kali kita membuka media sosial, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Line atau apapun, maka hari-hari ini kita akan melihat begitu banyak orang yang berkomentar buruk tentang situasi yang sedang dihadapi bangsa kita. Kata-kata mereka menghina pemerintahan, juga pemimpin-pemimpin negara yang sedang bertugas. Adanya kebebasan untuk berkomentar, malah membuat semua yang dulu hanya tersimpan di dalam hati, sekarang dengan bebas bisa dikeluarkan tanpa perlu merasa bersalah, tanpa takut dituntut dan diperkarakan.  Sungguh suatu fenomena yang buruk. 

Saudara, di hari pertama memasuki tahun 2017, TUHAN berfirman bahwa IA menyediakan kepada kita satu ‘hadiah’ ayat yang luar biasa. DIA mau memberikan hal yang indah kepada kita, yaitu : hati yang baru dan roh yang baru. Hati dan roh seperti apa yang hendak IA berikan ? DIA berikan hati yang taat dan melekat kepada TUHAN, roh yang penurut dan lembut, serta mau dengar-dengaran dengan perintah TUHAN. Itulah yang hendak DIA berikan. Luar biasa. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan fenomena buruk yang terjadi di bangsa kita. Dan memang, TUHAN menginginkan kita untuk menjadi garam dan terang bagi dunia ini. Jangan malah terpengaruh oleh keadaan sekeliling untuk menjadi buruk. 

Marilah kita merendahkan diri dan meminta TUHAN memproses kita sedemikian, sehingga gambar-NYA benar-benar tampak melalui kita. 

 

Selamat Tahun Baru 2017, 

kiranya di tahun yang baru ini, 

hidup kita bisa menjadi cermin yang baik, 

yang bisa memperlihatkan sosok TUHAN kepada sesama….

 

Ary dan Ester Handoko