Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri

Amsal 11 : 17

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya" Matius 6 : 20

Saudara yang terkasih ;

Kami mempunyai penjernih air minum yang bisa menjernihkan air kran biasa menjadi air siap minum yang murni. Tetapi selain itu, kami juga berlangganan air mineral galon untuk minum sehari-hari di rumah. Tadinya, air dalam penjernih air bermerk Pu…it itu sering kami gunakan dan selalu diisi dengan air baru untuk suatu keperluan. Tetapi karena masih juga menggunakan air galon, yang terjadi adalah air di dalam penjernih itu tidak lagi digunakan dalam waktu yang cukup lama. Setelah lama tidak tersentuh, suatu hari kami mencoba memakai lagi air dalam Pu..it itu, dan ternyata airnya sudah berlumut. Berasa tidak enak, bau, sehingga tidak bisa digunakan sama sekali. Jadi yang perlu dilakukan adalah membuang semua sisa air di dalam penjernih itu, membersihkan saringan di dalamnya dengan saksama dari lumut-lumut yang mulai muncul, dan setelah benar-benar bersih, mengisinya lagi dengan air baru. Saat ini, penjernih itu kembali berfungsi dengan baik, air yang dihasilkannya sejuk dan segar, tetapi dengan catatan : bahwa air di dalam tabungnya harus selalu dipakai, dan diisi ulang dengan air kran baru. Begitu seterusnya. 

Saudara, ada pelajaran berharga yang kami dapat dari kisah penjernih di rumah itu. TUHAN mengingatkan, bahwa sama seperti air yang tak terpakai di dalamnya, maka : berkat yang tidak mengalir, tidak membawa manfaat sama sekali. Berkat yang tidak mengalir tidak dapat dirasakan oleh siapapun. Berkat yang tak mengalir tidak akan membawa kebahagiaan. Berkat yang tidak mengalir, tidak membawa kehidupan bagi sekeliling. Akhirnya, berkat yang tak mengalir, sama dengan orang yang memiliki harta tetapi menimbunnya dalam-dalam, tak bisa dinikmati. 

Alirkanlah berkat yang sudah TUHAN limpahkan dalam kehidupan saudara, maka saudara akan berbahagia karenanya. Seperti Yabes yang berdoa agar TUHAN memberkatinya berlimpah-limpah, agar supaya dia memberi dampak yang luar bagi sekelilingnya, baiklah kita juga senantiasa ingat untuk mengalirkan berkat-berkat TUHAN bagi sekeliling kita.  

 

Kiranya TUHAN memberkati aku berlimpah-limpah

Dan memperluas daerahku

Dan kiranya Tangan-MU menyertai aku  dan melindungi aku

Daripada malapetaka

Sehingga kesakitan tidak menimpa aku

 

Ary dan Ester Handoko

Tetapi AKU telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu

Lukas 22 : 32

Saudara yang terkasih ;

Bila saudara naik pesawat terbang, ada sebuah peraturan yang selalu diberitakan oleh pramugari sebelumnya, yaitu tentang tata cara penyelamatan diri di saat pesawat oleng atau terjatuh di laut. Selain itu, biasanya pramugari juga akan memperagakan tentang masker Oksigen yang terletak di atas tempat duduk masing-masing. Di saat Oksigen menipis, masker akan jatuh dengan otomatis, tergantung di atas tempat duduk kita, dan selalu dianjurkan untuk memakainya dulu serta mengaitkan talinya ke belakang kepala, baru membantu orang lain. Jadi bukan membantu orang lain atau anak-anak kita lebih dahulu, namun memasangnya untuk diri kita sendiri dulu. Mengapa ? Karena kita sendiri harus kuat dulu (tidak lemas karena kekurangan Oksigen), barulah bisa membantu orang di sekitar kita (termasuk anak-anak yang ikut serta).

Dalam Firman-NYA di Alkitab, YESUS juga berkata hal yang sama. Di saat Simon Petrus limbung, IA berkata agar Simon menegakkan iman percayanya lebih dahulu, baru setelah itu IA memberi tugas untuk menguatkan saudara-saudaranya yang lain. Kita tidak akan bisa menguatkan iman orang lain, jikalau iman kita sendiri lemah. Bagaimana mungkin orang yang sedang lesu menolong orang lain yang sama-sama lesu secara rohani ? Bilamana hal itu terjadi, keduanya akan secara bersamaan terjatuh. Iman kita harus kuat dulu, barulah kita bisa mengangkat orang lain dari bahaya kejatuhan iman mereka. 

 

Kuatkanlah hatimu, lewati setiap pencobaan,

TUHAN YESUS slalu menopangmu,

Jangan berhenti harap pada-NYA….

 

Ary dan Ester Handoko

Sperti BAPA telah mengasihi AKU, demikianlah juga AKU telah mengasihi kamu : tinggallah di dalam kasihKU itu

Yohanes 15 : 9

Saudara yang terkasih ;

Jika ada yang menanyakan kepada saudara saat ini,”Siapakah yang paling mengasihimu saat ini?” mungkin jawaban saudara akan berbeda-beda. Ada yang mengatakan : orangtua, ada pula yang mengatakan : anak, suami, istri, atau saudara terdekat. Atau buat anak muda yang lagi pacaran, mereka akan berkata : kekasih, atau pacar yang tercinta. Tetapi pernahkah saudara sadar, bahwa suatu saat mereka semua akan lenyap ? Sebab Alkitab telah berkata, bahwa hidup manusia itu seperti uap, sebentar dia ada, sesudahnya dia tidak ada lagi. Lalu, siapakah sesungguhnya yang benar-benar mengasihi saudara sejak dari lahir, sampai tua nanti ? Jawaban yang paling benar adalah : BAPA SURGAWI ! DIA lah yang mengasihi kita bahkan sejak kita belum dilahirkan ke dunia ini, sampai kelak kita kembali kepada-NYA.  

Saudara, terkadang kita sangat membanggakan seseorang yang begitu perhatian pada kita, sampai-sampai hati kita pun luluh dan memuja-muja orang tersebut. Namun kita lupa kepada BAPA Terkasih, yang kasih dan sayangnya kepada kita tak pernah berkesudahan. 

Puji dan sembahlah BAPA kita dalam setiap hembusan nafas hidup kita. Mengucap syukurlah, bila sampai detik ini kita ada, apapun kondisi yang kita alami. Di balik segala sesuatu yang terjadi, selalu ada kasih BAPA yang menguatkan dan menyokong kita. 

 

Sperti BAPA sayang anak-NYA

Demikianlah ENGKAU mengasihiku

KAU jadikan biji mataMU

KAU berikan s’mua yang ada padaMU…

 

Ary dan Ester Handoko

Apakah mereka pelayan KRISTUS ? –aku berkata seperti orang gila- aku lebih lagi ! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut

II Korintus 11 : 23

Saudara yang terkasih ;

Ada sebuah artikel singkat tentang perkataan yang disampaikan oleh seorang terkenal dan pendiri Alibaba yang bernama Jack Ma, yang berjudul : ‘Orang bermental miskin, adalah orang yang paling susah dilayani.’ Memang sebenarnya isi artikel itu adalah untuk diterapkan di dunia bisnis, tetapi ternyata cocok juga untuk diaplikasikan di bidang pelayanan rohani, seperti bergereja. Seperti apakah yang disebutnya dengan ‘bermental miskin’ itu ? Rupanya yang dimaksud oleh dia adalah seperti ini :

 

Diberi suatu peluang dengan gratis, mereka pikir itu jebakan.  

Di dunia kristiani : diberi keselamatan gratis, katanya itu bohong besar belaka..

 

Diajak investasi kecil, mereka bilang hasilnya ngga banyak

Diajak pelayanan kecil, katanya percuma saja, tidak keliatan..

 

Diajak investasi besar, ga ada duit katanya.

Diajak pelayanan agak ‘gede’ katanya ngga bisa…

 

Diajak melakukan hal-hal baru, merasa ngga ada pengalaman

Diajak mencoba belajar pelayanan cara baru, merasa ngga mampu..

 

Diajak jalanin bisnis tradisional, katanya berat persaingannya

Diajak melayani sederhana, katanya sudah banyak kok yang melakukan hal itu..

 

Diajak menjalankan model bisnis baru, katanya MLM

Diajak belajar sesuatu yang baru misalnya lagu baru, atau metode mengajar yang baru, katanya kok tiru-tiru gereja asing saja…

 

Diajak buka toko, ngeluh ngga bebas

Diajak repot lebih banyak di gereja, ngeluh ngga bebas jalan-jalan

 

Diajak bisnis apa saja, bilang ngga punya keahlian

Sudahlah, begini saja kenapa…

 

Mereka punya kesamaan : nanya google, dengerin teman-teman yang sama-sama hopeless

Curhat-curhat an dengan orang-orang yang juga sama-sama diam di tempat…

 

Mereka berpikir lebih banyak daripada professor, tapi bertindak lebih sedikit daripada orang buta

Maunya dilayani saja, tapi tidak mau ikut melayani juga

 

Kata Jack Ma, orang bermental miskin gagal dalam hidup karena satu kesamaan sikap : Sepanjang hidup mereka hanya menunggu….. 

Janganlah kita punya mental seperti itu, juga di dalam bergereja. Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan, semaksimal mungkin. Sama seperti yang telah dilakukan oleh rasul Paulus. Dia begitu berjerih lelah untuk melayani KRISTUS. Dan di dalam berjerih lelah melayani TUHAN itulah, DIA akan membuat perbedaan dalam hidup kita, dibanding dengan hidup orang dunia. DIA pasti akan memberkati apa yang telah kita lakukan untuk-NYA, karena TUHAN tidak pernah berhutang.  

 

Takkan pernah ku bawa, selain yang terbaik,

Yang harum dan sejati, di hadapan tahta-MU,

YESUS ku terimalah korban syukurku ini,

Yang mengalir di hatiku,

Sbagai penyembahanku…

 

Ary dan Ester Handoko

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan ? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap ?

II Korintus 6 : 14

Saudara yang terkasih ;

Bila kita mempunya baju baru yang berwarna mencolok, apalagi –biasanya- baju batik, yang seringnya berwarna macam-macam dan dominan, maka untuk pencucian pertama atau kedua kali biasanya kita pisahkan, karena kadang baju-baju itu luntur. Dan bila tidak dipisahkan, bisa dipastikan baju-baju lain yang berwarna muda atau putih, pasti akan kelunturan semua. Bila itu terjadi, akan sangat sulit menghilangkan bekas kelunturan tersebut. Sayang sekali. Oleh sebab itu sebagai tindakan prefentif, lebih baik baju baru itu kita pisahkan saja, supaya tidak terjadi ‘kecelakaan’ semacam ini. terutama untuk baju-baju berwarna putih yang rawan terkena kelunturan, saat mencuci lebih baik dipisahkan dengan baju berwarna yang baru. 

Saudara, untuk urusan menjaga baju saja, kita perlakukan dengan khusus di saat mencuci agar tidak kelunturan, apalagi menjaga hidup kita. Dulu kami menilai ayat emas di atas hanya cocok untuk pasangan-pasangan muda yang sedang mencari jodoh, supaya mencari jodoh yang seiman. Tetapi ternyata, ayat tersebut berlaku untuk setiap kita. Di dalam berteman dekat, di dalam bermitra bisnis, di dalam langkah apapun, pastikan bahwa kita jangan sampai kelunturan oleh sekeliling kita yang tidak seiman dengan kita. Harus ada garis yang tegas yang kita buat untuk menjaga kita tetap kudus bagi TUHAN. Hal ini memang tidak mudah, tetapi itulah yang dituntut TUHAN dari hidup kita. 

 

Ku datang TUHAN dalam hadirat-MU

Berhiaskan kekudusan

Seluruh Surga sujud menyembah-MU

Ku tersungkur dan berseru

Kudus, kuduslah, kuduslah TUHAN

ALLAH semesta alam

Kudus, kuduslah, kuduslah TUHAN

Surga bumi menyembah-MU

 

Ary dan Ester Handoko