Anggaplah kesabaran TUHAN kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang terkasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya

II Petrus 3 : 15

Saudara yang terkasih ;

Ketika sedang mampir di suatu cafe untuk sekedar melepas lelah setelah berkeliling di satu mall, kami yang tadinya mau memesan minuman, ditawari oleh barista (orang yang pekerjaannya membuatkan minuman di cafe itu) untuk mengambil saja paket berbuka puasa (waktu itu sedang masanya bulan puasa). Dan dia sodorkan selembar brosur yang menawarkan paket itu. Karena paket itu menarik, ada di pembelian beberapa item di cafe tersebut, akhirnya kami setuju untuk menggunakan paketnya. Setelah memesan dan duduk, kami perhatikan bahwa di brosur itu tidak tercantum tanggal berlakunya. Hanya ada tulisan kecil di sudut bawah kanan yang berkata : ‘while stock last’, yang berarti : selama persediaan masih ada. Jadi, program itu akan berakhir sewaktu-waktu, sekehendak pemilik cafenya. Bisa kapan saja. Tetapi tidak jelas tanggalnya. 

Saudara, kata-kata dalam brosur itu mengingatkan kami akan satu hal yang lain, yaitu soal kesabaran TUHAN. Seberapa banyak kesabaran TUHAN ? Banyak orang berkata bahwa TUHAN itu panjang sabar. KesabaranNYA sungguh tak terukur. Benar. Tetapi kesabaran TUHAN juga ada batasnya, while stock last, artinya : selama masih ada persediaan. Ketika kesabaran TUHAN itu habis, maka selesailah sudah ‘program diskon’ atau ‘program kemurahan dan pengampunan’ yang DIA berikan. Kapankah kesabaran TUHAN itu akan berakhir? Tidak ada seorangpun yang tahu waktu dan masanya. 

Selagi masih ada kesempatan, sewaktu kesabaran TUHAN masih ada dan tersedia, banyak-banyaklah memohon ampunan-NYA. Segeralah bertobat dari semua kesalahan kita. Sebab hanya itulah kesempatan kita ‘…untuk beroleh selamat’, kata ayat di atas. Kesabaran TUHAN hanyalah ‘while stock last’, bisa saja berakhir sewaktu-waktu…..    

 

Ary dan Ester Handoko

Keesokan harinya sesudah YESUS dan kedua belas murid-NYA meninggalkan Betania, YESUS merasa lapar. Dan dari jauh IA melihat pohon ara yang sudah berdaun. IA mendekatinya untuk melihat kalau-kalau IA mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu IA tiba disitu, IA tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka kata-NYA kepada pohon itu,”Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-NYA pun mendengarnya,

Markus 11 : 12 - 14

Saudara yang terkasih ;

Melihat banyak berita yang ada di media massa, kita bisa saksikan bahwa dunia tidak semakin menjadi baik, tetapi menjadi semakin buruk. Kejahatan dimana-mana. Dahulu soal bom masih amat jarang kita dengar, akhir-akhir ini semakin banyak saja. Bahkan hampir tiap minggu ada bom disana dan disini. Belum lagi perampokan yang semakin berani. Dahulu hanya menggunakan palu, clurit, pisau atau senjata tajam lainnya. Sekarang entah mendapat dari mana, mereka sudah memakai senjata api sehingga dengan mudah membunuh korbannya. Dunia semakin buruk, tetapi itu pun semua sudah dinubuatkan dalam Alkitab.

Saudara, apa yang harus kita lakukan di dunia yang semakin tidak baik ini? Sebagai anak TUHAN, baik atau tidak baik keadaannya, tetap kita dituntut untuk berbuah bagi kemuliaan nama TUHAN. Ada nats di Alkitab, yang menjadi ayat emas HG hari ini, dimana YESUS mengutuk sebuah pohon ara yang tidak berbuah. Padahal jelas-jelas disebutkan bahwa saat itu bukan musim ara berbuah. Mengapa YESUS marah kepada pohon itu, padahal memang bukan musimnya untuk berbuah? Seorang hamba TUHAN berkata, karena pohon itu memang tidak pernah berbuah apa-apa. Sehingga pohon itu tidak berguna. Juga ada yang berkata: itu artinya TUHAN menuntut kita untuk berbuah di segala musim kehidupan. Apakah kondisi kita sedang baik, atau buruk, TUHAN tetap menginginkan kita untuk berbuah ! Saat tokoh-tokoh Alkitab seperti Yusuf, Petrus, Paulus dan masih banyak lagi, dalam kondisi terpuruk dan tersiksa pun, mereka masih bisa berbuah dan menjadi saksi bagi KRISTUS untuk banyak orang ! TUHAN menginginkan kita bisa berbuat hal yang sama. 

 

Justru di saat-saat yang paling buruk di dalam hidup, 

TUHAN menantikan buah yang baik 

lewat perkataan dan perbuatan kita…. 

 

Ary dan Ester Handoko

IA diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka ALLAH telah menyuruh Roh ANAK-NYA ke dalam hati kita, yang berseru :’ya Abba, ya BAPA !’ Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh ALLAH

Galatia 4 : 5 - 7

Saudara yang terkasih ;

Satu pelajaran yang bisa kami dapati ketika mendaftarkan diri ke rumah sakit guna pengobatan jantung yang baru saja lalu adalah : perkenalan dengan ‘orang dalam’ di rumah sakit setempat, sangat membantu dan sangat mempermudah proses pengurusan pendaftaran sebagai pasien pengguna BPJS untuk mendapat giliran operasi di rumah sakit tersebut. Bila tidak karena bantuan dokter pengelola rumah sakit itu (yang kami kenal lewat seorang teman), bisa jadi prosesnya masih agak lama karena antrean yang panjang. Puji TUHAN oleh karena kemudahan yang diberikan pihak rumah sakit, lewat dokter A ini. 

Saudara, kemudahan di pelbagai bidang akan kita dapatkan, apabila kita mengenal dengan baik ‘person in charge’ atau orang yang berwenang dalam suatu perkara. Dan diakhir hidup kita, sudah pasti kita dihadapkan pada pilihan yang akan dihadapi oleh semua manusia, yaitu Sorga atau neraka. Siapa yang empunya Sorga? Siapa yang bertahta di Sorga? Itulah yang harus kita kenal sejak dari sekarang. Dan puji TUHAN, kami telah mengenalnya, serta mengajak saudara semua mengenal DIA juga. Namanya YESUS ! Di ayat emas kita diatas, lewat perkenalan dengan YESUS ini, kita telah diperdamaikan dengan BAPA, dan menjadi ahli waris Kerajaan Sorga ! Luar biasa sekali bukan ?? 

Saudara, jika 'saat terakhir' kita tiba nanti, setidaknya exit permit masuk ke Kerajaan Sorga sudah ditangan. Karena kita kenal baik dengan ‘Orang dalam’, pemilik Sorga itu sendiri. Marilah kita juga perkenalkan DIA kepada sekeliling kita, agar lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Haleluyahh !!

 

Seperti mentari yang bersinar, seperti itu kasih BAPA

Seperti gelombang samudra, takkan pernah berhenti KAU mengasihiku

Seperti tingginya langit biru, demikian tinggi kasih BAPA

Sedalam lembah bayang maut, demikian dalam KAU tebus hidupku….

 

Ary dan Ester Handoko

Karena begitu besar kasih ALLAH akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan ANAK-NYA yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal

Yohanes 3 : 16

Saudara yang terkasih;

Seorang pemain musik rela datang lebih pagi di saat latihan dan berlatih di gereja… Dia datang karena ingat akan kasih TUHAN….

Seorang pendoa berlutut dan berdoa di pojok sebuah gereja, saat ibadah sedang berlangsung… Dia taat berdoa, karena ingat akan kasih TUHAN…

Seorang ibu sibuk di dapur memasak aneka makanan dan snack untuk acara gereja…. Dia berlelah-lelah karena ingat akan kasih TUHAN….

Seorang worship leader melatih lagu-lagu baru dan bersiap diri untuk menyanyi yang terbaik yang bisa dia lakukan…. Dia menyanyi karena sadar akan pertolongan TUHAN….

Seorang pendeta atau pengkotbah sibuk di depan laptop untuk mempersiapkan kotbah sampai jauh malam… Dia rela berjerih lelah karena ingin membalas kasih TUHAN….

Seorang petugas LCD sibuk mencatat lagu-lagu di computer gereja dan mencari huruf-huruf yang indah untuk dipasang…. Dia melakukannya karena ingat akan cinta-NYA TUHAN….

Seorang pengerja gereja sibuk mengepel lantai gereja yang begitu luas dengan giat tanpa mengeluh… Dia lakukan karena ingat pertolongan TUHAN…

Seorang anak muda dan team nya sibuk merancang dan mengganti property dekor gereja…. Dia kerjakan itu karena ingin membalas cinta-NYA TUHAN….

Seorang guru sekolah minggu menyiapkan cerita sekolah minggu dengan sungguh-sungguh… Dia melayani anak-anak karena rindu akan hadirat TUHAN… 

Seorang usher datang lebih pagi untuk menyambut para jemaat yang hadir di kebaktian….Dia layani itu untuk menyebarkan kasih TUHAN….

Tetapi semuanya ini tidak dapat dibandingkan dengan kasih TUHAN yang tak terbatas. Apapun yang kita lakukan, DIA sudah melakukannya untuk kita dengan porsi yang lebih besar. Lebih mulia, lebih dahsyat. TUHAN terlebih dulu melayani kita.. apakah yang dapat kita lakukan untuk membalas Kasih-NYA…

 

Kasih-MU lebih dari mentari

Yang tak pernah berhenti memancarkan sinarnya

Cinta-MU lebih dari samud’ra

Tenggelam ku di dalam kesetiaan-MU TUHAN

Terimakasih atas cinta-MU

 

Ary dan Ester Handoko

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan

Yesaya 58 : 11

Saudara yang terkasih ;

Sewaktu sedang liburan singkat pergi ke sebuah air terjun yang indah di daerah Trawas, kami sama sekali tidak tahu akan medan perjalanan mencapai air terjun itu dengan berjalan kaki. Sebab ini adalah kali pertama kami ke tempat itu. Saat sedang memulai perjalanan, kami berjumpa dengan wisatawan yang baru saja selesai menyaksikan keindahan air terjun yang letaknya di bawah tebing itu. Kami sempat bertanya, seberapa jauh perjalanan yang akan kami lalui. Dengan santai dia menjawab,”Dekat kok, sekitar 10 menit.” Dengan berharap beneran hanya 10 menit kami melangkah. Ternyata 10 menit berlalu, dan kami belum juga ketemu dengan air terjunnya. Dan akhirnya, setelah kira-kira setengah jam, barulah air terjun itu mulai terdengar deburannya dan pelan-pelan kelihatanlah apa yang kami cari. Perjalanan yang cukup lumayan panjang, penuh dengan bebatuan, dan menjorok turun. Pulangnya, kami harus kembali mendaki jalan berbatu-batu yang sama. Kali ini lebih lama, karena beberapa kali harus berhenti karena kelelahan. 

Saudara, untuk mencapai satu tujuan wisata yang masih alami, kadang kala memang dibutuhkan perjuangan spesial untuk mencapainya. Tetapi sesampainya di tempat, ada keindahan pemandangan yang bisa disaksikan sebagai upah kerja keras perjalanan. Begitu pula dengan hidup. Terkadang perjalanan kehidupan ini penuh lekak liku, jalan menurun untuk ditapaki, dan jalan mendaki untuk dinaiki. Hidup ini penuh perjuangan, kata orang, dan memang benar demikian. Tetapi jangan takut dan kuatir, bersama TUHAN kita pasti bisa melewatinya. Dan begitu tiba di tujuan, kita bisa menikmati indah berkat luar biasa yang sudah TUHAN sediakan. 

Jika saat ini saudara sedang mengalami jalan naik turun dan berbatu-batu untuk ditapaki, jalanilah dengan penuh iman percaya dan kesabaran. TUHAN berjanji bahwa DIA akan selalu menyertai. Haleluyah…

 

Akupun tahu ku tak pernah sendiri,

Sbab Kau ALLAH yang menggendongku,

Tangan-MU membelaiku,

Cinta-MU memuaskanku,

KAU mengangkatku ke tempat yang tinggi….

 

Ary dan Ester Handoko