IA diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka ALLAH telah menyuruh Roh ANAK-NYA ke dalam hati kita, yang berseru :’ya Abba, ya BAPA !’ Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh ALLAH

Galatia 4 : 5 - 7

18 Juni 2017

Saudara yang terkasih ;

Satu pelajaran yang bisa kami dapati ketika mendaftarkan diri ke rumah sakit guna pengobatan jantung yang baru saja lalu adalah : perkenalan dengan ‘orang dalam’ di rumah sakit setempat, sangat membantu dan sangat mempermudah proses pengurusan pendaftaran sebagai pasien pengguna BPJS untuk mendapat giliran operasi di rumah sakit tersebut. Bila tidak karena bantuan dokter pengelola rumah sakit itu (yang kami kenal lewat seorang teman), bisa jadi prosesnya masih agak lama karena antrean yang panjang. Puji TUHAN oleh karena kemudahan yang diberikan pihak rumah sakit, lewat dokter A ini. 

Saudara, kemudahan di pelbagai bidang akan kita dapatkan, apabila kita mengenal dengan baik ‘person in charge’ atau orang yang berwenang dalam suatu perkara. Dan diakhir hidup kita, sudah pasti kita dihadapkan pada pilihan yang akan dihadapi oleh semua manusia, yaitu Sorga atau neraka. Siapa yang empunya Sorga? Siapa yang bertahta di Sorga? Itulah yang harus kita kenal sejak dari sekarang. Dan puji TUHAN, kami telah mengenalnya, serta mengajak saudara semua mengenal DIA juga. Namanya YESUS ! Di ayat emas kita diatas, lewat perkenalan dengan YESUS ini, kita telah diperdamaikan dengan BAPA, dan menjadi ahli waris Kerajaan Sorga ! Luar biasa sekali bukan ?? 

Saudara, jika 'saat terakhir' kita tiba nanti, setidaknya exit permit masuk ke Kerajaan Sorga sudah ditangan. Karena kita kenal baik dengan ‘Orang dalam’, pemilik Sorga itu sendiri. Marilah kita juga perkenalkan DIA kepada sekeliling kita, agar lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Haleluyahh !!

 

Seperti mentari yang bersinar, seperti itu kasih BAPA

Seperti gelombang samudra, takkan pernah berhenti KAU mengasihiku

Seperti tingginya langit biru, demikian tinggi kasih BAPA

Sedalam lembah bayang maut, demikian dalam KAU tebus hidupku….

 

Ary dan Ester Handoko