Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya

Roma 6 : 12

Saudara yang terkasih ;

Dalam kesempatan terakhir pergi ke sebuah Rumah Sakit untuk kontrol, kami melihat sebuah mesin penjual minuman botol. Kita tinggal memasukkan koin atau lembaran uang saja ke dalam tempat yang disediakan, kemudian memencet nomer jenis minuman yang kita kehendaki, dan dengan segera botol minuman itu akan turun menggelinding dan bisa kita ambil. Tetapi ada satu mesin yang sudah dari lama ada berdiri di suatu ruangan serta selalu ada tulisan tertempel di sampingnya yang berbunyi : Rusak. Mungkin karena jengkel setiap kali mau beli minuman mesin itu tidak berfungsi, seorang pengunjung menambahi kata-kata dibawah tulisan itu : Rusak kok terus. Saking lamanya mesin itu tak dapat digunakan, rupanya ada yang protes juga pada akhirnya. 

Saudara, melihat kondisi mesin yang tampaknya tidak apa-apa dan ‘baik-baik saja’, tetapi tidak bisa digunakan saat dibutuhkan, tentu menjengkelkan. Kita sebagai anak-anak Bapa tidak boleh berlaku yang sama. Kadang-kadang memang kedagingan kita membuat kita jatuh dalam dosa secara tak sengaja, tapi janganlah terus-menerus itu terjadi. Jangan itu menjadi kebiasaan. Apalagi menganggap remeh TUHAN yang mengawasi segala apa yang kita perbuat. Jangan berkubang dalam dosa, atau malah menikmati dosa. Nanti bila itu menjadi kebiasaan, secara tidak sadar kita akan melakukannya berulang-ulang dan menganggap semuanya itu ‘tidak apa-apa’. 

 

Selidiklah akan daku ya ALLAH, 

Ketahuilah akan hatiku,

Ujilah akan daku dan ketahuilah,

Akan segala kepikiranku….

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari

II Korintus 4 : 16

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu…" Roma 12 : 11 

Saudara yang terkasih ;

Bila kita pernah pergi ke Singapura dan mengunjungi tempat-tempat keramaian seperti mal-mal yang banyak bertebaran disana, atau masuk ke toilet umumnya, maka kita akan melihat bahwa banyak dipekerjakan orang-orang tua (dibaca : nenek-nenek dan kakek-kakek) yang menjadi pelayan di tempat itu. Pekerjaan mereka beraneka ragam. Ada yang mengelap meja-meja makan, atau menyapu lantai. Atau mengelap toilet dan kaca-kaca supaya tetap bersih dan mengkilap. Membersihkan tempat sampah, menjaga lift, dan sebagainya. Umur sudah uzur, tetapi gerak mereka masih semangat berjalan kesana kemari. Salut buat pemerintah setempat yang masih mau mempekerjakan mereka, sehingga mereka tidak menjadi pikun dan mereka bisa mempunyai uang saku buat keperluan mereka sendiri, tidak menjadi beban bagi anak cucu. 

Saudara, selain angkat topi buat pemerintah setempat, kami juga menaruh hormat kepada para lansia yang masih cekatan ini. walaupun badan sudah agak bungkuk, mungkin jalan juga tidak selincah yang muda-muda, semangat mereka dalam bekerja masih tinggi. Kami melihat mereka bahkan bekerja sampai jauh malam. Tidak banyak waktu untuk santai semasa jam kerja, mereka terus bergerak. Dan baru pada malam hari mereka berhenti untuk pulang. 

Bisakah kita juga segiat mereka dalam bekerja melayani TUHAN? Sampai masa tua, sampai uzur dan memutih rambut ini, sampai badan terbungkuk sekalipun, lutut tak lagi kuat menopang badan, tetapi hati dan jiwa masih membara untuk melayani Raja di atas segala Raja ? Sebenarnya tidak ada kata ‘retired’ atau pensiun di dalam Alkitab. Semua tokoh di Alkitab mengajarkan keteladanan untuk melayani sampai akhir. Melayani sampai sisa nafas yang penghabisan. Marilah kita periksa diri masing-masing, apakah yang sudah kita lakukan untuk TUHAN, semasa DIA masih beri kita kesempatan untuk hidup di dunia ini ? Sudahkah kita ambil bagian untuk pelebaran Kerajaan-NYA? Atau kita sibuk mengurusi keperluan kita sendiri dan tidak mempedulikan pekerjaan-NYA?

  

Oh, TUHAN, pakailah hidupku,

Selagi aku masih kuat, 

Bila saat nya nanti, ku tak berdaya lagi,

Hidup ini sudah jadi berkat……

 

Ary dan Ester Handoko

Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan

Keluaran 18 : 20 

Saudara yang terkasih ;

Ketika kenaikan kelas barusan, anak kami mendapat hadiah sebuah voucher makan gratis di suatu restoran, karena dia mendapat ranking di sekolah. Dan baru dalam minggu lalu kami berkesempatan untuk mengantarkan dia ‘menikmati’ hadiahnya itu. Tentu saja sambil membawa voucher yang didapatnya. Saat melangkah masuk ke dalam restoran itu, kami dihadang oleh resepsionisnya dan kami langsung menunjukkan voucher makan itu. Tiba-tiba mbak resepsionis menanyakan, apakah membawa juga kartu pelajar. Kami terkejut mendengar pertanyaan itu. Sebab kami pikir dengan membawa voucher saja tentu semuanya sudah OK. Apalagi yang memakai adalah anaknya sendiri, bukan orang lain. Si mbak bersikeras harus ada kartu pelajar, untuk adnminstrasi dan dilaporkan ke pusat, katanya. Padahal soal membawa kartu pelajar tidak ada pemberitahuan sebelumnya dan tak tercantum dalam voucher itu. Untungnya kami selalu membawa kartu pelajar si kecil ini dalam tas (bukan dibawa dia sendiri saat di sekolah), karena kami tau terkadang ada promo menggunakan kartu pelajar di beberapa restoran. Akhirnya kami diijinkan masuk dan makan malam bersama di tempat itu…   

Tidak adanya pemberitahuan yang lengkap, info yang hanya sepotong, atau bahkan tanpa info sama sekali, membuat sebuah rencana bisa jadi berantakan. Bayangkan seandainya kami tidak bawa kartu pelajar, pasti hari itu tidak jadi makan di tempat tersebut (padahal sudah direncanakan dari minggu-minggu sebelumnya).  

Puji TUHAN jikalau firman TUHAN yang kita terima dan tertulis dalam buku panduan kita : Alkitab, telah lengkap dan tidak berubah barang sedikitpun ! Tidak perlu (dan sangat tidak boleh) ada perubahan apa-apa, semuanya sudah komplit dalam satu buku, dan pasti membawa keselamatan dan berkat bila dilakukan. Semua langkah-langkah yang harus kita ikuti tertulis dengan amat gamblang dan jelas. Dipaparkan rinci serta detail. Tinggal kita menjalankan saja, sudah pasti akan benar. Itulah TUHAN kita, yang selalu mengajar dan memperhatikan kita dengan amat detail dan lengkap. Tinggal apakah kita bisa menepati semua peraturan-NYA atau tidak…. 

 

Orang percaya yang sejati akan menekuni Firman,

Dan beroleh kekuatan dari kebenaran-NYA…

 

Ary dan Ester Handoko

IA membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun

Ratapan 3 : 11

Saudara yang terkasih ;

Dalam satu pertemuan, kami berjumpa dengan hamba-hamba TUHAN yang sama-sama melayani secara full time di ladang TUHAN. Banyak pengalaman yang mereka ceritakan, dan yang mengesankan adalah : panggilan TUHAN kepada mereka biasanya terjadi justru saat mereka sedang sibuk bekerja di ladang pekerjaan yang lama. Mereka terjun ke pelayanan bukan karena menganggur, atau ‘daripada ngga ada kerjaan’. Tetapi justru disaat sedang sibuk-sibuknya, mereka merasakan panggilan TUHAN yang kuat untuk terjun di bidang pelayanan. Langsung saja mereka ‘banting stir’, mengubah semua rencana yang ada, meninggalkan pekerjaan lama dan melayani TUHAN penuh waktu, sampai dengan saat ini. 

Sering kali sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi secara mendadak dan memaksa kita untuk berbelok dari rencana semula. Seperti yang diungkapkan oleh nabi Yeremia, kadang kala TUHAN membelokkan jalan-jalan kita, merobek-robek, dan membuat kita tertegun. Tetaplah dengan sukacita kita mengikuti jalan TUHAN, karena DIA mengetahui rancangan yang ada pada-NYA mengenai kita, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).

 

Percayalah bahwa jalan TUHAN 

yang sudah IA persiapkan 

jauh lebih indah dan sempurna 

dari rencana kita

 

Ary dan Ester Handoko

Sebab rancangan-KU bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-KU, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-KU dari jalanmu dan rancangan-KU dari rancanganmu

Yesaya 55 : 8 - 9

Saudara yang terkasih ;

Buat saudara yang pernah ke Jakarta pasti akan melihat, betapa banyaknya jalan tol disana. Belum lagi aneka jalan layang yang bisa bertumpuk-tumpuk dan ruwet kelihatannya. Dan buat saudara yang pernah menyetir mobil sendiri selama di Jakarta juga pasti pernah merasakan, betapa repotnya jika masuk ke jalan yang salah. Sekali salah memilih jalur jalan tol, muternya akan jadi sangat panjang dan lama. Belum lagi kalau harus menembus kemacetan kota yang sangat panjang dan menjengkelkan. Makanya tidak salah jika ada istilah yang berkata : hidup di Jakarta itu tua di jalan. Karena kemana-mana ruwet dan macet. Apalagi bila salah memasuki lajur jalan ! 

Saudara, banyak keputusan yang harus diambil dalam menempuh jalan kehidupan ini. Dan melihat dunia yang semakin sulit, sudah seharusnya kita bertanya dulu kepada TUHAN, jalan mana yang harus kita tempuh agar kita tidak salah memilih. Sekali kita salah memilih jalur, tingkat kesulitan yang kita hadapi jauh lebih tinggi daripada sekedar salah memilih jalur tol. Lalu, kenapa banyak di antara kita yang lebih suka berjalan sendiri tanpa bertanya? Baru balik dan berusaha menanyakan apa yang salah, bila semua hal sudah nampak berantakan… 

TUHAN ada dan selalu siap memimpin langkah saudara. DIA sanggup mengatasi segala keruwetan jalan hidup yang saudara hadapi. Menghadap dan bertanyalah kepada-NYA tentang segala sesuatu, sebelum keadaan menjadi kacau balau. 

 

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang sedang terjadi,

DIA mengerti, DIA peduli,

persoalan yang kita alami

 

Ary dan Ester Handoko

Page 1 of 17